Langsung ke konten utama

Warga Sangkalan Abdya Bertahun-Tahun Lalui Jalan Rusak, Pengaspalan Hotmix Rp2,7 Miliar Baru Dianggarkan untuk 2027

Redaksi
SNN
Penulis: RedaksiEditor: SNN
Kondisi ruas jalan dan peninjauan akses transportasi warga di kawasan Kemukiman Sangkalan, Kabupaten Aceh Barat Daya
Foto: Humas Pemkab Aceh Barat Daya

BLANGPIDIE | SNN – Masyarakat Kemukiman Sangkalan, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), masih harus bersabar melewati ruas jalan yang rusak karena anggaran pengaspalan hotmix senilai Rp2,7 miliar baru dialokasikan untuk Tahun Anggaran 2027, Sabtu (31/10/2026).

Dalam keterangan resmi Pemkab Abdya, Bupati Safaruddin mengklaim alokasi pagu Rp2,7 miliar untuk peningkatan Jalan Sangkalan tersebut telah dikunci di dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBK 2027. Pihaknya menyebut jalur tersebut memiliki fungsi vital sebagai urat nadi distribusi hasil pertanian, perkebunan, serta akses harian anak sekolah di kawasan Kemukiman Sangkalan.

“Alhamdulillah, untuk tahun 2027 kita anggarkan Rp2,7 miliar khusus untuk hotmix Jalan Sangkalan. Ini bukan janji, sudah kita kunci dalam perencanaan KUA-PPAS 2027. Kita ingin Sangkalan mulus,” kata Safaruddin.

Absen di Perubahan APBK 2026 dan Kerusakan di Lapangan

Kendati diklaim telah masuk KUA-PPAS 2027 yang disepakati bersama DPRK Abdya pada 29 September 2026 lalu, fakta bahwa pengerjaan fisik baru direncanakan tahun depan menunjukkan penanganan permanen Jalan Sangkalan tidak terakomodasi dalam Qanun Perubahan APBK 2026 yang disahkan pada 7 September 2026. Padahal, keluhan warga dan pengendara terkait lubang menganga yang membahayakan keselamatan di jalur lintas Sangkalan tersebut sudah berlangsung lama, terutama saat diguyur hujan deras.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Abdya, Rahwadi, mengakui bahwa selama ini penanganan ruas jalan tersebut masih bersifat tambal sulam dan belum menyentuh perbaikan konstruksi menyeluruh beserta saluran drainasenya. Saat ini, jajaran Dinas PUPR Abdya baru berada pada tahap penyelesaian dokumen Detail Engineering Design (DED) dan survei kondisi eksisting sambil menunggu ketuk palu APBK 2027.

“Kita tidak lagi sistem tambal sulam. Kita akan bangun dengan lapisan hotmix full, dengan drainase yang kita perbaiki juga, agar kualitasnya maksimal dan bertahan lama. Ini untuk menjawab harapan masyarakat Sangkalan yang sudah lama menunggu,” ujar Rahwadi.

Warga Kemukiman Sangkalan kini menagih langkah penanganan darurat dari Dinas PUPR Abdya terhadap titik-titik lubang rawan kecelakaan sepanjang sisa musim hujan akhir 2026 ini, sembari mengawal agar pagu Rp2,7 miliar tersebut benar-benar dilelang tepat waktu di awal tahun 2027. (red)

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.