Update Banjir Aceh Tenggara dan Subulussalam: 1.910 Warga Terdampak, Pedagang Pasar Kuning Pindah dan 2.013 Rumah Terendam

KUTACANE | SNN – Memasuki hari ketiga sejak Rabu (28/10/2026), banjir yang merendam belasan desa di enam kecamatan Kabupaten Aceh Tenggara dilaporkan belum surut hingga Jumat (30/10/2026) sore dan berdampak pada 1.910 jiwa, sementara di wilayah hilir Kota Subulussalam jumlah rumah terendam meluas menjadi 2.013 unit.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, menyebutkan bahwa ketinggian genangan air di permukiman warga Kabupaten Aceh Tenggara masih berkisar antara 0,5 meter hingga satu meter. Meski genangan belum surut di sejumlah titik, BPBA memastikan hingga laporan terakhir tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi di Aceh Tenggara.
“Kondisi terakhir air belum surut. Rumah warga masih tergenang air,” kata Bahron Bakti dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Pedagang Pasar Kuning Pindah 500 Meter dan 50 Hektare Sawah Terdampak
Bahron menjelaskan, luapan Sungai Lawe Alas, Lawe Kinga, Lawe Bulan, dan Lawe Kisam dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi serta penyumbatan material di bawah jembatan Desa Kuning I yang membuat air melimpas ke jalan nasional dan permukiman. Akibat genangan tersebut, aktivitas perdagangan warga terganggu hingga para pedagang Pasar Tradisional Kuning terpaksa memindahkan lokasi jualan sejauh 500 meter ke tempat yang lebih aman di kawasan Simpang Pulo Kedondong-Pinding.
Selain merendam rumah warga di Kecamatan Bambel, Lawe Bulan, Deleng Pokhkison, Badar, Lawe Sumur, dan Lawe Sigala-gala, derasnya arus sungai juga menyebabkan tanggul Sungai Lawe Kinga di Desa Kuta Lesung jebol hingga aliran air berbelok ke permukiman Desa Pinding dan merusak lahan pertanian. Kerusakan tanggul akibat abrasi juga terjadi di Sungai Lawe Kisam pada Desa Bambel Gabungan, Dusun Nasi Desa Terutung Megara Lawe Pasaran, serta Desa Bunga Melur yang mengalirkan air ke Desa Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri.
Data Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Kementerian Pekerjaan Umum mencatat banjir di Aceh Tenggara turut mengancam sekitar 50 hektare lahan sawah, mengakibatkan oprit Jembatan Mbarung Datuk-Lawe Sikap ambles, menggerus ruas jalan Pulonas Baru-Lawe Rutung sepanjang 50 meter, serta membuat Jembatan Gantung Perintis Garuda penghubung Desa Kumbang Jaya dan Gulo amblas.
Banjir Subulussalam Meluas ke 2.013 Rumah dan Penanganan Alat Berat
Pada saat bersamaan, laporan BPBA juga mencatat meluasnya dampak banjir di wilayah hilir aliran Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit di Kota Subulussalam. Jika pada awal pekan banjir tercatat merendam 342 rumah, data terbaru menunjukkan genangan yang belum surut telah berdampak pada 1.985 kepala keluarga dan merendam 2.013 unit rumah, jalan desa, lahan pertanian, sekolah, serta tempat ibadah di Kecamatan Sultan Daulat dan Kecamatan Rundeng.
Untuk mempercepat surutnya genangan di Aceh Tenggara, tim gabungan BPBD bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dan BWS Sumatera I telah mengerahkan alat berat guna mengeruk tumpukan material di jembatan Desa Kuning I serta menutup secara darurat tanggul yang jebol di Desa Kuta Lesung.
Kepala BWS Sumatera I, Asyari, menambahkan bahwa selain penanganan darurat menggunakan alat berat di lokasi banjir, Kementerian Pekerjaan Umum mulai Oktober 2026 juga menjalankan program pemulihan sungai secara bertahap hingga Desember 2028 yang mencakup rencana pembangunan 42 sabo dam di wilayah hulu, perkuatan tanggul pengaman banjir, serta pengerukan sedimen di bagian hilir. (red)
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.












