Saluran Irigasi Manggeng Tertimbun Lumpur Saat Musim Turun Sawah, Pemkab Abdya Baru Siapkan Rp133 Juta

BLANGPIDIE | SNN – Para petani di Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kesulitan memperoleh pasokan air ke areal persawahan akibat saluran irigasi utama tertimbun lumpur dan endapan sedimen tebal saat memasuki musim turun sawah, Sabtu (31/10/2026).
Dalam keterangan resminya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya melalui Camat Manggeng, Ridhawiyardi, menyatakan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp133 juta pada tahun ini untuk mengerjakan pembersihan saluran, penggalian box culvert, dan pemasangan U-ditch. Langkah tersebut diklaim sebagai tindak lanjut cepat atas arahan Bupati Abdya, Safaruddin, setelah jajaran Forkopimcam Manggeng bersama para keuchik dan Babinsa meninjau langsung saluran yang tersumbat di lapangan.
“InsyaAllah tahun ini pembersihan saluran box culvert dan U-ditch dikerjakan dengan anggaran Rp133 juta agar petani mudah mendapatkan akses air ke areal persawahan,” ujar Ridhawiyardi, Sabtu (31/10/2026) malam.
Masalah Sedimentasi Berulang dan Jadwal Eksekusi di Pengujung Tahun
Namun, hasil pengecekan lapangan yang diakui pemerintah kecamatan sendiri membuktikan bahwa pemeliharaan rutin jaringan irigasi selama ini lemah hingga debit air di saluran utama menyusut drastis akibat tumpukan sedimen tebal yang gagal mengalir ke sawah warga. Persoalan pendangkalan irigasi di Abdya bukan kali pertama terjadi; rekam jejak resmi Pemkab Abdya mencatat kasus serupa pernah menyumbat saluran sekunder di Desa Kuta Bak Drien pada Mei 2025, sementara Dinas PUPR Abdya pada Juli 2025 telah mengusulkan rehabilitasi 21 titik Daerah Irigasi untuk tahun anggaran 2026 melalui aplikasi SIPURI.
Di tengah klaim capaian 11 proyek irigasi tersier APBN yang disebut rampung pada akhir 2025 lalu, tersendatnya distribusi air di sentra produksi padi Manggeng pada pengujung Oktober 2026 menunjukkan penanganan infrastruktur air belum menyentuh seluruh titik krusial sebelum jadwal tanam dimulai. Selain itu, alokasi Rp133 juta yang baru diumumkan memasuki bulan November menyisakan waktu pengerjaan efektif kurang dari dua bulan sebelum tutup tahun anggaran 2026.
“Alhamdulillah bisa dikerjakan tahun ini, semoga kebutuhan air petani kita segera terpenuhi dengan maksimal,” kata Ridhawiyardi.
Para petani di Kecamatan Manggeng kini menagih kepastian jadwal mulai pengerjaan fisik di lapangan agar normalisasi box culvert dan U-ditch tidak molor melewati musim tanam padi, sekaligus menuntut perawatan berkala agar saluran irigasi tidak kembali lumpuh akibat lumpur. (red)
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.










