Trio KSB KP3 ABAS Ibu Kota Terbentuk, Diberi Tenggat 7 Hari Susun “Kabinet 60 Tokoh”
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BANDA ACEH | SNN — Tim Formatur Komite Pelaksana Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (KP3 ABAS) Perwakilan Banda Aceh dan Aceh Besar bergerak cepat merampungkan struktur inti kepengurusan. Dalam rapat lanjutan yang digelar di Join Caffe, Banda Aceh, Senin (6/7/2026), forum secara resmi menetapkan formasi “Trio KSB” (Ketua, Sekretaris, Bendahara) untuk menakhodai pergerakan di ibu kota provinsi.
Hasil mufakat rapat formatur tersebut secara definitif mengukuhkan H. Darmansah, S.Pd., M.M., sebagai Ketua Perwakilan. Posisi sentral administratif dipercayakan kepada kalangan akademisi, yakni Dr. Firdaus, yang ditunjuk sebagai Sekretaris. Sementara itu, kursi Bendahara tetap diamanahkan kepada tokoh ekonomi senior sekaligus mantan Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, S.E., Ak., M.M.
Terbentuknya trisula kepemimpinan ini menandai fase krusial konsolidasi masyarakat diaspora pesisir di Banda Aceh dan Aceh Besar. Namun, tugas berat langsung menanti ketiga tokoh sentral tersebut.
Tenggat Waktu Satu Minggu untuk “Kabinet 60 Tokoh”
Dalam rapat yang sama, forum memberikan tenggat waktu yang sangat ketat. Trio KSB diberikan waktu maksimal satu minggu ke depan untuk melengkapi seluruh postur susunan personalia kepengurusan di bawahnya.
Berdasarkan garis panduan struktur yang ditetapkan oleh Pengurus KP3 ABAS Pusat dan disesuaikan dengan kebutuhan strategis konsolidasi di lapangan, kepengurusan ini diprediksi akan menjelma layaknya “Kabinet 60 Tokoh”. Sebanyak kurang lebih 60 orang diaspora lintas profesi akan direkrut untuk memastikan distribusi keterwakilan yang proporsional dari masing-masing wilayah kabupaten asal.
Menyikapi amanah dan tenggat waktu tersebut, Ketua KP3 ABAS Perwakilan Banda Aceh-Aceh Besar, H. Darmansah, menegaskan komitmennya untuk segera merajut kekuatan diaspora secara inklusif.
“Waktu satu minggu ini akan kami maksimalkan untuk merangkul semua elemen. Menyusun 60-an tokoh ini bukan sekadar memasukkan nama ke dalam SK, tetapi ini adalah upaya serius menjahit kekuatan diaspora pesisir di ibu kota. Kami pastikan komposisinya solid, representatif, dan siap berlari mengejar ketertinggalan,” tegas Darmansah.
Dari sisi manajerial dan konseptual, Sekretaris terpilih, Dr. Firdaus, menitikberatkan pada kesiapan administratif struktur yang akan dibentuk. Sebagai motor penggerak harian, ia memandang kepengurusan ini harus diisi oleh figur-figur yang mau bekerja secara teknokratis.
“Secara administratif, formasi yang akan kita susun dalam tujuh hari ke depan haruslah adaptif dan taktis. Kita tidak hanya membentuk organisasi paguyuban, tetapi sebuah wadah perjuangan strategis yang membutuhkan pemikiran dan kerja-kerja terukur dari para intelektual dan tokoh daerah,” ujar akademisi tersebut.
Sementara itu, dari sudut pandang konsolidasi sumber daya, Bendahara KP3 ABAS Perwakilan, Aminullah Usman, kembali mengingatkan bahwa pergerakan ini adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan sinergi total.
“Perjuangan pemekaran provinsi sebesar ini membutuhkan napas panjang dan komitmen nyata dari semua pihak. Kita menyiapkan fondasi yang kuat di Banda Aceh sebagai katalisator. Harapan kita, dengan mesin yang solid di ibu kota, cita-cita kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat lebih cepat terealisasi,” pungkas mantan Direktur Utama Bank Aceh ini.
Publik pesisir kini memantau jalannya argo satu minggu ke depan. Mampukah trio Darmansah, Dr. Firdaus, dan Aminullah Usman meramu komposisi kepengurusan paripurna yang tangguh tanpa memicu friksi internal kedaerahan? Pengumuman susunan lengkap “Kabinet 60 Tokoh” minggu depan dipastikan akan menjadi magnet politik baru di ibu kota. (Tim Redaksi)









