Pabrik Es Belum Rampung Saat Nelayan Dewantara Kerap Rugi, Proyek KNMP Rp3 Miliar Dipacu

ACEH UTARA | SNN – Keterbatasan pasokan es dan sarana pendingin masih membebani nelayan Desa Geulumpang Sulu Timu saat proyek pembangunan fisik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) senilai Rp3,04 miliar baru berjalan tiga pekan di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis (5/11/2026).
Proyek yang dibiayai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui anggaran APBN 2026 tersebut dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Puga Mandiri Grup di bawah supervisi PT Agrinas Jaladri Nusantara Jakarta, dengan lingkup fasilitas pabrik es, jalan rabat beton, kios pedagang, instalasi penampungan ikan, dan menara air.
Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil mengklaim program pemulihan sektor kelautan dan perikanan pascabencana hidrometeorologi harus bergerak cepat menyentuh sumber penghidupan warga pesisir. “Revitalisasi sehingga ekonomi masyarakat cepat pulih,” ujar politisi yang akrab disapa Ayahwa itu.
Pengawas lapangan proyek, Nanda Asjalsen Lubis, menyebutkan pengerjaan konstruksi di lokasi telah berjalan sekitar tiga pekan dengan melibatkan 20 hingga 25 pekerja harian, di mana separuh di antaranya direkrut dari pemuda gampong setempat.
Janji Pabrik Es Rp3 Miliar di Tengah Realitas Nelayan Terpaksa Jual Rugi Hasil Tangkapan
Kendati proyek dipacu siang dan malam, realitas harian nelayan pesisir Dewantara masih menghadapi persoalan klasik: tiadanya cold storage dan pabrik es lokal yang membuat mutu ikan cepat anjlok.
Muhammad, salah seorang nelayan Dewantara yang sempat menganggur dan terpaksa menjadi buruh serabutan selama tiga bulan pascabanjir, mengungkapkan ketiadaan es kerap memaksa nelayan melarikan hasil laut ke luar daerah dengan biaya transportasi tinggi, bahkan sebagian tangkapan terbuang percuma saat tangkapan melimpah.
Catatan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana per 27 Januari 2026 menunjukkan 33.267 pelaku usaha perikanan di Aceh terdampak bencana dan 3.210 armada kapal rusak. Proyek KNMP di Geulumpang Sulu Timu menjadi satu dari ribuan titik target nasional KKP yang dipatok Menteri Sakti Wahyu Trenggono harus beroperasi tuntas pada akhir Desember 2026.
Keuchik Geulumpang Sulu Timu Wali Yunis mengingatkan bahwa manfaat proyek Rp3,04 miliar ini baru terbukti nyata jika fasilitas pabrik es dan ruang pendingin benar-benar berfungsi konsisten serta dikelola mandiri oleh koperasi nelayan gampong tanpa mangkrak pasca-serah terima. **(red)**
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.












