Langsung ke konten utama

Harga Pangan Masih Membebani Warga, Jadwal Operasi Pasar Murah Nagan Raya Baru Bergulir Besok

Redaksi
SNN
Penulis: RedaksiEditor: SNN
Bupati Nagan Raya TR Keumangan bersama jajaran Pemkab Nagan Raya saat rapat evaluasi pangan daerah
Foto: Diskominfo Nagan Raya

SUKA MAKMUE | SNN – Lonjakan harga kebutuhan pokok jelang akhir tahun masih membebani warga di pelosok kecamatan, sementara jadwal pasar murah bersubsidi Pemerintah Kabupaten Nagan Raya baru mulai bergulir pada Selasa (03/11/2026).

Kondisi keterjangkauan pangan tersebut menjadi latar belakang pelaksanaan operasi pasar murah yang dipusatkan di 12 lokasi kecamatan selama periode 3 hingga 12 November 2026. Melalui program ini, pemerintah daerah menyalurkan paket bahan pangan bersubsidi hasil kerja sama dengan Perum Bulog Cabang Meulaboh guna menahan laju inflasi daerah.

Bupati Nagan Raya, TR Keumangan, mengklaim operasi pasar murah tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah untuk meringankan beban ekonomi warga. Pihaknya menyatakan berkomitmen menjaga stabilitas harga pangan pokok agar manfaat bantuan terdistribusi merata hingga ke wilayah terluar.

“Pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata TR Keumangan di Suka Makmue, Minggu (01/11/2026).

Kendati demikian, alokasi subsidi komoditas pangan yang disiapkan masih sangat terbatas dibandingkan jumlah keluarga rentan di Nagan Raya. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Nagan Raya, Samsuar, merinci total harga satu paket pangan bersubsidi dipatok Rp236.000, terdiri atas beras premium kemasan 10 kilogram seharga Rp130.000, gula pasir 2 kilogram Rp30.000, minyak goreng 2 liter Rp39.000, serta telur ayam satu papan Rp37.000.

Jadwal distribusi yang bergilir satu titik per hari juga memicu kekhawatiran antrean padat warga miskin, mulai dari Lueng Baro pada Selasa (03/11/2026), menyusul Langkak dan Blang Ara pada Rabu (04/11/2026), hingga titik terakhir di Pulo Teungoh pada Kamis (12/11/2026). Publik kini menagih transparansi kuota paket per gampong serta pengawasan ketat agar komoditas pangan murah bersubsidi tidak diborong spekulan lokal. **(red)**

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.