Langsung ke konten utama

Banda Aceh dan Grasse Prancis Berkolaborasi Kembalikan Kejayaan Nilam

Redaksi
SNN
Penulis: RedaksiEditor: SNN
Banda Aceh dan Grasse Prancis Berkolaborasi Kembalikan Kejayaan Nilam
Banda Aceh dan Grasse Prancis Berkolaborasi Kembalikan Kejayaan Nilam

BANDA ACEH | SNN — Aroma sejarah dan komersial kembali menyelimuti udara Banda Aceh. Pemerintah Kota Banda Aceh tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Grasse, kota di Prancis yang diakui dunia sebagai ibu kota parfum global. Langkah ini diharapkan mampu mengangkat kembali kejayaan Nilam Aceh di pasar Eropa.

Kerja sama ini bukan sekadar nota kesepahaman biasa, melainkan upaya pengembalian identitas ekonomi Aceh. Grasse telah lama bergantung pada esens nilam kualitas tinggi sebagai pengikat aroma untuk merek parfum mewah dunia. Ironisnya, selama puluhan tahun, nilam Aceh kerap dibeli melalui rantai pasok panjang yang merugikan petani lokal.

Memotong Rantai Pasok Global

Kolaborasi ini akan difokuskan pada transfer teknologi ekstraksi dan penyederhanaan rantai pasok. Dengan demikian, minyak nilam murni dari Aceh dapat langsung diserap oleh industri di Prancis tanpa melalui banyak perantara.

Nilam Aceh memiliki kadar alkohol patchouli tertinggi di dunia, melebihi angka 30 persen. Karakteristik ini membuatnya tidak tergantikan dalam industri wewangian premium, karena mampu mengikat molekul aroma lain agar tahan lama.

Dari Ekstraksi hingga Wisata Edukasi

Selain fokus pada peningkatan nilai tambah ekspor, kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi sektor pariwisata. Terdapat wacana pembangunan pusat edukasi parfum atau museum wewangian layaknya yang ada di Grasse.

Wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk menikmati kopi atau sejarah tsunami, tetapi juga dapat meracik parfum mereka sendiri dengan bahan dasar nilam Aceh. Hal ini merupakan daya tarik pariwisata baru yang sangat potensial untuk mengundang turis Eropa.

Tantangan Regenerasi Petani

Meski potensinya luar biasa, pekerjaan rumah terbesar ada di sektor hulu. Fluktuasi harga minyak nilam di masa lalu membuat banyak petani di sentra produksi beralih ke tanaman lain.

Kerja sama dengan Grasse ini diharapkan mampu memberikan jaminan harga batas bawah bagi para petani. Dengan harga yang stabil dan dukungan teknologi penyulingan yang lebih modern, generasi muda Aceh diharapkan kembali bergairah untuk membangkitkan komoditas emas hijau ini. (Red)

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.