Jabatan Seumur Jagung: Baru 5 Bulan Dilantik, Kadis ESDM Aceh Asnawi Resmi Dicopot Mualem

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BANDA ACEH, SaranNews — Belum genap setengah tahun menjabat, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Asnawi, S.T., M.S.M., resmi dibebastugaskan dari posisinya oleh Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf (Mualem).
Pencopotan yang terhitung mulai Selasa (11/8/2026) ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Asnawi baru saja dilantik pada Jumat malam, 28 Februari 2026 lalu di Anjong Mon Mata. Masa jabatan yang hanya bertahan sekitar 5,5 bulan ini memunculkan spekulasi kuat terkait indikator evaluasi kinerja di lingkungan Pemerintah Aceh.
Sebagai langkah transisi, Gubernur menunjuk Ir. Irwansyah, S.T., M.T., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Sungai, Danau, dan Waduk pada Dinas Pengairan Aceh, untuk mengisi posisi Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas ESDM Aceh.
Kontradiksi Visi dan Realita Kinerja?
Dalam catatan redaksi SaranNews, pada malam pelantikannya akhir Februari lalu, Gubernur Mualem memberikan amanat khusus kepada Asnawi. Saat itu, Mualem secara tegas meminta kepemimpinan baru di Dinas ESDM untuk menghadirkan pengelolaan sektor energi dan pertambangan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Sektor ini disebut sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi Aceh.
Pemberhentian kilat ini tentu memantik tanda tanya besar di ruang publik. Apakah terjadi kegagalan dalam menerjemahkan visi pengelolaan sumber daya alam tersebut, atau terdapat persoalan administratif dan lambatnya realisasi program strategis dalam lima bulan terakhir?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun rilis transparansi dari Pemerintah Aceh mengenai alasan spesifik di balik pencopotan definitif Asnawi. Publik kini menanti langkah Plh Irwansyah dalam menakhodai dinas teknis yang mengelola salah satu tumpuan utama pendapatan daerah ini, sembari mendesak adanya akuntabilitas terbuka terkait bongkar-pasang kabinet eselon II ini.[red]









