Tanggap Darurat Kebakaran Aceh Tengah: Pemerintah Aceh Salurkan Logistik Lengkap dan Santunan Rp3 Juta per KK

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BANDA ACEH | sarannews.net – Pemerintah Aceh bergerak cepat merespons musibah kebakaran hebat yang meluluhlantakkan kawasan permukiman dan pusat usaha warga di Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan logistik tanggap darurat hingga santunan tunai langsung digelontorkan guna memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.
Langkah taktis ini dipacu langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), usai berkoordinasi intensif melalui sambungan telepon dengan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, sesaat setelah musibah terjadi pada Minggu (9/8/2026) malam.
“Pemerintah Aceh segera mengirimkan bantuan tanggap darurat untuk masyarakat terdampak. Kita ingin memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan masyarakat tidak menghadapi situasi sulit ini sendirian. Kami juga mendesak Pemkab Aceh Tengah untuk terus mematangkan pendataan dan penanganan awal,” tegas Dek Fadh.
Bedah Data Dampak dan Kelompok Rentan
Berdasarkan basis data rekonsiliasi terbaru dari Pemerintah Aceh, musibah kebakaran tersebut menghanguskan total 96 unit bangunan. Klaster bangunan hancur mencakup 73 unit rumah pribadi serta puluhan ruko/tempat usaha lokal—mulai dari pedagang sayur, kelontong, warung makan, apotek, toko emas, konter ponsel, bengkel, toko bangunan, hingga usaha penjahit.
Dampak kemanusiaan mencatat sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) atau 243 jiwa kehilangan tempat tinggal. Rincian korban terdiri dari 111 laki-laki dan 106 perempuan.
Pemerintah Aceh menaruh perhatian ekstra pada penanganan kelompok rentan yang ikut terdampak, meliputi 20 anak balita, 5 ibu hamil, dan 1 warga penyandang disabilitas. Selain itu, dua warga dilaporkan mengalami luka bakar dan telah mendapatkan perawatan medis.
Mobilisasi Bantuan Pangan, BBR, hingga Bantuan Tunai Baitul Mal
Guna menyokong masa tanggap darurat, Pemerintah Aceh mengarahkan armada logistik yang membawa bantuan bahan pangan esensial seperti air mineral, biskuit, gula pasir, kecap, mi instan, minyak goreng, sambal, dan sarden.
Tidak hanya bantuan fisik makanan, jajaran provinsi juga menyuplai kebutuhan non-pangan berupa tenda serbaguna/dome, paket perlengkapan dapur, family kit, serta kids ware khusus balita. Pemerintah Aceh juga telah menginstruksikan penyaluran Bufferstock Sandang dan Bahan Bangunan Rumah (BBR) dari gudang logistik daerah untuk segera didistribusikan.
Sebagai komplementer, instrumen keagamaan daerah melalui Baitul Mal Aceh (BMA) dipastikan menyalurkan bantuan tunai darurat sebesar Rp3.000.000 per Kepala Keluarga. Tahap awal bantuan tunai ini menyasar 73 KK sesuai data verifikasi sementara.
“Yang paling utama saat ini adalah masyarakat mendapatkan perlindungan, tempat bernaung yang aman, serta kebutuhan harian mereka terjamin. Sinergi provinsi dan kabupaten akan terus dipacu agar pemulihan pascakebakaran berjalan optimal,” pungkas Wagub Dek Fadh. [red]









