BMKG Prediksi Hujan Petir Massal di Aceh Pertengahan Agustus, Masyarakat Diminta Waspada

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BANDA ACEH | SNN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan petir akan melanda lebih dari setengah wilayah Aceh pada pertengahan Agustus 2026, khususnya pada tanggal 17 hingga 19 Agustus.
Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG, sebanyak 13 dari 23 kabupaten dan kota di Aceh berpotensi mengalami hujan petir pada puncaknya tanggal 19 Agustus. Pola cuaca ekstrem ini menunjukkan tren peningkatan dari 11 wilayah pada 17 Agustus menjadi 13 wilayah pada 19 Agustus.
Pada puncak prediksi tanggal 19 Agustus, wilayah yang berpotensi mengalami hujan petir meliputi Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Simeulue, Bireuen, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Nagan Raya, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.
Sementara itu, kota-kota besar seperti Banda Aceh dan Sabang diprediksi mengalami hujan petir pada 17 dan 18 Agustus sebelum kondisi mulai membaik pada 19 Agustus. Kota Lhokseumawe juga termasuk wilayah yang berpotensi terdampak petir pada 18 Agustus.
Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam termasuk wilayah yang relatif tidak terdampak petir, dengan prediksi cuaca berkisar antara berawan hingga udara kabur sepanjang periode tersebut.
Berdasarkan data BMKG, periode 10 hingga 16 Agustus 2026 didominasi cuaca cerah hingga berawan di sebagian besar wilayah Aceh, dengan beberapa wilayah mengalami hujan ringan. Namun memasuki 17 Agustus, pola cuaca mulai bergeser ke kondisi yang lebih ekstrem.
Hujan petir mulai muncul di wilayah selatan dan tengah Aceh seperti Aceh Selatan, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Barat pada 16 hingga 17 Agustus. Kondisi ini kemudian meluas ke wilayah pesisir timur dan utara pada 18 hingga 19 Agustus.
Masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di pesisir, diimbau untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala dan menunda aktivitas melaut jika terjadi hujan petir. Petani juga diminta mewaspadai potensi banjir lokal yang dapat merusak tanaman.
Pengguna jalan dan transportasi umum dihimbau untuk berhati-hati karena jarak pandang dapat berkurang drastis saat hujan petir terjadi. Penyelenggara kegiatan outdoor disarankan untuk menyiapkan rencana cadangan mengingat periode 17 hingga 19 Agustus berpotensi memiliki cuaca yang tidak menentu.
Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui situs resmi BMKG atau menghubungi Contact Center 196. Prakiraan cuaca ini akan terus diperbarui oleh BMKG sesuai dengan perkembangan kondisi atmosfer terbaru. (Red)









