Dr. Musliadi Rishna, MA, Ditunjuk sebagai Koordinator Relawan Pintu Hijrah Aceh Tengah-Bener Meriah

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BANDA ACEH | SNN — Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Kementerian Sosial RI, Yayasan Pintu Hijrah (Dayah Rehabilitasi Adiksi), secara resmi menunjuk Dr. Musliadi Rishna, M.A. sebagai Koordinator Relawan Wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah. Langkah strategis ini diambil guna memperluas jangkauan layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika di wilayah dataran tinggi Gayo.
Kehadiran koordinator wilayah ini diproyeksikan akan menjadi pusat informasi awal bagi seluruh lapisan masyarakat di kedua kabupaten tersebut. Terutama bagi warga yang membutuhkan edukasi dan informasi mengenai prosedur penanganan kecanduan melalui pendekatan rehabilitasi sosial di Dayah Rehabilitasi Pintu Hijrah (SIRAH).
Pimpinan Pusat IPWL Pintu Hijrah, Dedy Saputra ZN, S.Sos.I., menyampaikan bahwa penunjukan Dr. Musliadi Rishna diharapkan mampu memecahkan kendala aksesibilitas yang selama ini mungkin dialami oleh masyarakat di daerah tersebut.
“Dengan penunjukan Saudara Musliadi Rishna, kami sangat berharap masyarakat di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah bisa dengan mudah mengakses layanan di Dayah Rehabilitasi Pintu Hijrah. Ini adalah upaya kita bersama untuk memfasilitasi kepulihan anggota keluarga mereka yang sedang terjerat kecanduan narkotika,” ujar Dedy dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Dedy berpesan agar amanah sebagai koordinator relawan ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mendorong adanya pergerakan sosialisasi yang masif ke akar rumput, serta terbangunnya koordinasi lintas sektor yang baik dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan di Aceh Tengah maupun Bener Meriah.
Sebagai informasi, Dayah Rehabilitasi Pintu Hijrah merupakan IPWL resmi di bawah naungan Kementerian Sosial RI yang telah berdedikasi melakukan rehabilitasi sosial selama 10 tahun terakhir (sejak 2016) di Provinsi Aceh. Guna menampung kebutuhan pemulihan adiksi yang terus meningkat, saat ini yayasan tersebut juga telah mengoperasikan satu cabang yang berlokasi di Kabupaten Aceh Selatan.[Redaksi]









