Langsung ke konten utama

Penerbangan Nagan Raya Kerap Mati Suri Akibat Tiket Mahal, Rute Susi Air Dituntut Berkelanjutan

Redaksi
SNN
Penulis: RedaksiEditor: SNN
Kedatangan pesawat Susi Air di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya
Foto: Diskominfo Nagan Raya

SUKA MAKMUE | SNN – Akses transportasi udara di barat selatan Aceh kerap terancam mati suri akibat mahalnya harga tiket dan minimnya penumpang, saat layanan maskapai perintis Susi Air kembali dioperasikan di Bandara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya, Senin (02/11/2026).

Pesawat perintis yang menghubungkan rute Medan, Nagan Raya, dan Banda Aceh tersebut kembali mendarat setelah beberapa kali mengalami pembekuan rute dalam beberapa tahun terakhir akibat lesunya permintaan pasar penerbangan komersial.

Bupati Nagan Raya, TR Keumangan (TRK), bersama pemilik maskapai PT ASI Pudjiastuti Aviation, Susi Pudjiastuti, mengklaim pembukaan kembali penerbangan ini akan memperkuat konektivitas antardaerah serta menjadi pintu masuk bagi peningkatan investasi di wilayah pantai barat selatan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Cut Nyak Dhien, Fanani Zuhri, menyatakan pihaknya menyiapkan jadwal penerbangan empat kali seminggu, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu, untuk melayani mobilitas masyarakat dan aktivitas pemerintahan.

Tantangan Keterisian Penumpang dan Beban Subsidi

Kendati disambut seremoni meriah oleh pejabat Forkopimda, keberlanjutan rute penerbangan di bandara kebanggaan Nagan Raya ini menghadapi ujian berat. Catatan Dinas Perhubungan setempat mencatat Bandara Cut Nyak Dhien sebelumnya pernah mengalami kekosongan jadwal terbang hingga sembilan bulan berturut-turut karena tarif tiket dinilai memberatkan masyarakat umum.

Ketergantungan terhadap kuota subsidi rute perintis Kementerian Perhubungan menjadi faktor rentan yang kerap membuat maskapai menghentikan operasional sewaktu-waktu saat masa kontrak anggaran berakhir atau tingkat keterisian kursi merosot.

Warga dan pelaku usaha kecil di Nagan Raya menuntut pemerintah daerah tidak sekadar memanfaatkan momen kedatangan pesawat sebagai ajang seremoni dan promosi agenda simbolik, melainkan merumuskan skema insentif ekonomi riil yang menjamin tarif penerbangan tetap terjangkau bagi masyarakat luas. **(red)**

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.