Pemulihan Sawah Rusak Pasca-Banjir Aceh Utara Lamban, Petani Mane Tunong Masih Menanti Aliran Irigasi

LHOKSUKON | SNN – Ribuan petani di Kabupaten Aceh Utara masih menghadapi ketidakpastian tanam setelah hampir setahun terhenti akibat banjir besar, dengan sebagian areal sawah di Gampong Mane Tunong belum terjangkau pasokan air irigasi, Senin (02/11/2026).
Kondisi macetnya produksi pangan tersebut terlihat di kawasan persawahan Gampong Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu. Kendati sebagian lahan mulai digarap kembali usai perbaikan darurat, petani setempat masih mencemaskan kelangsungan pasokan air memasuki musim tanam akhir tahun.
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau Ayahwa, mengklaim bahwa pemerintah daerah terus melobi Kementerian Pertanian dan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera untuk mempercepat normalisasi 18.000 hektare sawah yang rusak parah akibat rendaman lumpur banjir.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyatakan daerahnya memperoleh alokasi sekitar Rp140 miliar dari Transfer ke Daerah (TKD) penanganan bencana untuk memperbaiki tanggul dan jaringan pengairan primer yang jebol.
Realisasi Pemulihan Sawah Masih di Bawah 30 Persen
Namun, klaim percepatan tersebut kontras dengan realitas lapangan dan data evaluasi pemerintah pusat. Dokumen resmi Satgas PRR mencatat, dari target penanganan sawah seluas 11.782 hektare di Aceh Utara beranggaran Rp110,23 miliar, realisasi pekerjaan fisik konstruksi baru mencapai 4.765 hektare atau sekitar 40 persen.
Bahkan lahan sawah yang benar-benar berhasil kembali ditanami padi baru mencapai 3.191 hektare atau sekitar 27 persen dari total target pemulihan. Di tingkat tapak seperti Mane Tunong, perbaikan irigasi sepanjang 435 meter baru mampu mengairi 25 hektare dari total 43 hektare hamparan persawahan warga, menyisakan 18 hektare sawah yang terancam gagal garap.
Masyarakat petani mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Kementerian Pekerjaan Umum segera menuntaskan sisa pembangunan saluran tersier secara menyeluruh agar bantuan anggaran pemulihan bencana tidak terhenti di seremoni administratif dan janji di atas kertas. **(red)**
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.












