22 Rumah Warga Terangun Ludes Terbakar, Penanganan Darurat dan Huntara Pemkab Gayo Lues Didesak
BLANGKEJEREN | SNN – Sebanyak 22 rumah warga di Dusun Belah Lane, Gampong Telege Jernih, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues ludes terbakar pada Senin (02/11/2026) pagi, mengakibatkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal.
Kobaran api yang membakar permukiman padat tersebut mulai terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Selain menghanguskan 22 rumah warga, api turut melalap satu unit balai adat dan satu unit musala di kawasan tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sedikitnya 22 kepala keluarga terdampak langsung akibat musibah kebakaran ini, sementara jumlah jiwa serta warga yang terpaksa mengungsi masih dalam proses pendataan aparat di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBA mengklaim bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues telah mengerahkan armada pemadam kebakaran bersama personel gabungan TNI, Polri, dan masyarakat setempat hingga api berhasil dipadamkan.
Pihak berwenang menyatakan pendataan lanjutan serta penyelidikan asal sumber api masih berjalan untuk menghitung taksiran nilai kerugian material yang diderita para korban.
Gayo Lues Daerah Tertinggi Bencana di Aceh
Musibah di Terangun ini kian menambah panjang deretan bencana yang menimpa masyarakat Gayo Lues. Berdasarkan rekapitulasi resmi Pusat Data dan Informasi BPBA per 2 November 2026, Kabupaten Gayo Lues tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi bencana tertinggi se-Aceh sepanjang Oktober 2026, yakni mencapai 10 kejadian bencana alam dan kebakaran permukiman.
Dari total 47 kejadian bencana di seluruh Aceh selama Oktober 2026 yang menelan estimasi kerugian Rp20,48 miliar, tingginya kerentanan infrastruktur permukiman di dataran tinggi Gayo kembali menjadi sorotan serius masyarakat sipil terkait lambatnya mitigasi kebakaran di daerah pelosok.
Warga yang kini bertahan di tenda penampungan darurat mendesak Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dan Dinas Sosial Aceh segera merealisasikan bantuan masa panik, pasokan logistik pangan, hingga percepatan skema pembangunan hunian sementara sebelum musim penghujan memperburuk kondisi pengungsi. **(red)**
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.












