Peltekkes Kemenkes Aceh Gelar Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Peukan Bada, perkuat Peran Kader Melalui GEPEGAH RIKO

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Aceh Besar | SNN – Upaya menurunkan risiko komplikasi kehamilan melalui pemberdayaan masyarakat terus dilakukan oleh dosen Poltekkes Kemenkes Aceh. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk GEPEGAH RIKO (Gerakan Pendamping Cegah Risiko Komplikasi pada Ibu Hamil), tim dosen memberikan Wokshop, Capacity Building dan skrining deteksi dini. Kegiatan ini diikuti oleh 24 kader kesehatan, 15 ibu hamil, bidan koordinator, Bidan TPMB, dan bidan puskesmass Peukan Bada, total keseluruhan 48 orang. Kegiatan dilaksanakan di Aula kantor Camat Peukan bada, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (29/7/2026).
Acara dibuka secara resmi oleh sekretaris Camat (Sekcam) Peukan Bada, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program GEPEGAH RIKO. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, karena berfokus pada upaya pencegahan komplikasi kehamilan melalui deteksi dini dan keterlibatan aktif keluarga serta kader kesehatan.
“Kami sangat mendukung kegiatan GEPEGAH RIKO, karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pendampingan kepada ibu hamil, tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan kader, keluarga dan seluruh unsur masyarakat, pemerintah Kecamatan Peukan Bada, siap berpartisipasi dan mendukung apabila kegiatan seperti ini kembali dilaksanakan dimasa mendatang”, ujar Sekcam Peukan Bada.
Ketua tim pengabdian masyarakat dari Poltekkes Kemnkes Aceh yaitu ibu Hj. Salmiani Abdul Manaf. SST. M.Kes, menjelaskan bahwa GEPEGAH RIKO menrupakan model pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan kader kesehatan, pendamping keluarga dan tokoh masyarakat dalam mengenali faktor risiko kehamilan, melakukan skrining sederhana, mendeteksi tanda bahaya, serta membantu proses rujukan secara tepat waktu.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi mengenai faktor risiko kehamilan,anemia pada ibu hamil, Kekurangan Energi Kronis (KEK), Hipertensi dalam kehamilan, Diabetes gestisional, Obesitas serta tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera. Penyampaian materi oleh Nara sumber, ibu Dr. Bdn. Sulastri. S.SiT., M.Kes. secara interaktif disertai diskusi, tanya jawab, dan Role play, yang dibantu oleh tim pengabmas, sehingga kader dapat mempraktikkan secara langsung langkah-langkah pendampingan ibu hamil dimasyarakat. Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi, berbagai pertanyaan muncul terkait pengalaman selama menjadi kader dan melalui Role play, peserta diajak berlatih mengenali kondisi berisiko serta menentukan langkah pendampingan yang tepat sesuai kewenangan kader.
Pada sesi akhir kegiatan dilakukan skrining pada ibu hamil, meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb) dan pengukuran Lingkaran Lengan Atas (LILA). Hasil skrining menunjukkan kondisi yang memerlukan perhatian serius, dari 15 ibu hamil yang diperiksa Hb, sebanyak 11 orang, mengalami anemia dengan kadar Hb dibawah 10,7 gr/dl, sementara 1 ibu hamil, berdasarkan pengukuran LILA (21 cm), teridentifikasi mengalami Kekurangan Energi kronis (KEK). Hasil tersebyt merupakan temuan pada peserta skrining kegiatan pengabdian masyarakat, tidak mewakili prevalensi seluruh ibu hamil di Kecamatan Peukan Bada.

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa anemia dan masalah gizi pada ibu hamil masih menjadi tantangan ditingkat pelayanan primer. Hal ini memerlukan tindak lanjut melalui pendampingan intensif oleh bidan, kader kesehatan, keluarga, serta penguatan edukasi mengenai konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), pemenuhan gizi seimbang dan kepatuhan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin

Tim pengabdian juga menyerahkan media edukasi, Buku saku GEPEGAH RIKO kepada peserta, sebagai panduan praktis dalam melakukan pendampingan ibu hamil ditingkat gampong. Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Aceh berharap terjalin kolaborasi yang semakin kuat,antara pemerintah Kecamatan, Puskesmas, Bidan TPMB dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan ibu yang lebih berkualitas. Serta mendukung percepatan penurunan angka kesakitan dan kematian ibu (AKI di Kabupaten Aceh Besar maupun Provinsi Aceh. (red)









