96 Rumah Kayu Hangus di Aceh Tengah, Sinergi Petugas Padamkan Api dalam 15 Menit

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
ACEH TENGAH | sarannews.net – Musibah kebakaran dengan skala kerusakan masif melanda permukiman padat penduduk di Kabupaten Aceh Tengah. Sebanyak 96 unit rumah warga yang mayoritas berkonstruksi kayu luluh lantak dilalap si jago merah hingga mengalami kerusakan berat.
Peristiwa mencekam ini terjadi di Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, pada Minggu (9/8/2026) siang, sekitar pukul 11.37 WIB. Bangunan yang terbuat dari material kayu membuat api dengan cepat membesar dan melahap puluhan rumah warga di sekitarnya.
Merespons laporan kegawatdaruratan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah langsung mengerahkan lima armada pemadam kebakaran (Damkar) ke titik lokasi. Proses pemadaman ini didukung penuh oleh sinergi aparat TNI/Polri serta warga masyarakat setempat.
Berkat reaksi cepat dan koordinasi lintas elemen tersebut, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan hanya dalam waktu sekitar 15 menit.
“Alhamdulillah, berdasarkan laporan sementara tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengapresiasi respons cepat BPBD Aceh Tengah bersama dukungan TNI, Polri, dan masyarakat sehingga api dapat dipadamkan dalam waktu sekitar 15 menit,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ir. Bahron Bakti, ST., MT., menyikapi insiden tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak terkait.
Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Pengungsi
Mengingat besarnya jumlah rumah yang rata dengan tanah, gelombang pengungsi dipastikan akan melonjak. Saat ini, tim gabungan di lapangan masih terus melakukan pendataan mendalam terkait jumlah warga terdampak dan kemungkinan kebutuhan pengungsian.
Bahron Bakti secara khusus menginstruksikan agar proses pendataan warga terdampak dilakukan secara menyeluruh dan cepat agar kebutuhan pascakebakaran segera diketahui.
“Yang paling penting saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan pendataan terhadap warga terdampak, dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tegas Bahron.
Pemerintah juga melayangkan imbauan kepada masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sumber api, terutama di kawasan permukiman yang memiliki bangunan berkonstruksi kayu. Masyarakat diminta untuk segera melapor kepada BPBD atau petugas pemadam jika melihat insiden serupa sedini mungkin. [red]









