Jembatan Darurat Matang Sijiek Nyaris Roboh Ditambal Batang Kelapa, Warga Aceh Utara Tagih Janji Pemerintah Aceh

LHOKSUKON | SNN – Warga Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, terpaksa menambal lantai jembatan besi darurat penghubung Gampong Matang Sijiek Teungoh dan Gampong Matang Sijiek Timu menggunakan batang pohon kelapa karena kondisinya rusak parah dan nyaris roboh, Jumat (06/11/2026). Kerusakan akses utama pelajar dan warga tersebut terjadi akibat pembangunan jembatan permanen tak kunjung direalisasikan selama bertahun-tahun.
Berdasarkan informasi yang dirilis portal resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pada Jumat (06/11/2026), jembatan besi darurat itu dipasang oleh pemerintah daerah sejak beberapa tahun silam setelah jembatan permanen sebelumnya hancur puluhan tahun lalu. Hingga kini, warga masih menggantungkan mobilitas ekonomi dan pendidikan pada konstruksi sementara yang telah termakan usia tersebut.
Gagal Tender APBA Rp4 Miliar yang Terbengkalai
Kondisi memprihatinkan di lapangan ini berbanding terbalik dengan rekam jejak perencanaan anggaran di tingkat provinsi. Pembangunan jembatan permanen penghubung antargampong tersebut tercatat pernah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2017 dengan pagu sekitar Rp4 miliar, serta sempat ditinjau langsung oleh pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada 2018.
Namun, proyek senilai Rp4 miliar itu kandas akibat kegagalan proses tender karena perusahaan pelaksana dinilai tidak memenuhi kriteria teknis. Sejak batalnya lelang sembilan tahun silam hingga November 2026, belum ada penganggaran ulang yang menuntaskan konstruksi jembatan permanen di lokasi tersebut.
Tokoh masyarakat Kecamatan Baktiya Barat, Murdani Usman, bersama warga Gampong Matang Sijiek Teungoh, Ramli, mendesak Pemerintah Aceh agar tidak menunggu jembatan darurat itu ambruk total dan memakan korban jiwa. Setiap hari, jembatan berlantai batang kelapa itu dilintasi oleh pelajar SD, SMP, hingga mahasiswa asal Pantonlabu yang menuju Lhokseumawe.
Masyarakat Baktiya Barat kini menagih kepastian alokasi anggaran pembangunan jembatan permanen dari Pemerintah Aceh dan DPRA agar keselamatan warga serta akses pendidikan anak-anak tidak terus dipertaruhkan di atas jembatan darurat yang rapuh. (red)
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.












