Cuaca Ekstrem Terjang Aceh Utara, Belasan Huntara Rusak

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BIREUEN | SNN – Badai angin kencang yang dipicu oleh cuaca buruk melanda kawasan Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis sore (04/06/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan struktural pada sejumlah hunian sementara (huntara) warga yang terletak di dua desa, yakni Gampong Rumoh Rayeuk dan Gampong Buket Linteung. Terpaan angin yang sangat kuat dilaporkan merusak bagian atap hingga kerangka bangunan.
Tercatat sebanyak 8 unit huntara mengalami kerusakan, dengan rincian 6 unit rusak parah dan 2 unit rusak sedang. Dampak dari bencana ini langsung dirasakan oleh 8 kepala keluarga (KK)—meliputi 3 KK di Gampong Rumoh Rayeuk dan 5 KK di Gampong Buket Linteung. Beruntung, insiden ini tidak memakan korban jiwa, meski seluruh warga yang terdampak terpaksa mengevakuasi diri dan mengungsi ke tempat tinggal sementara milik tetangga sekitar yang lebih kokoh.
Merespons situasi tersebut, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara segera turun ke lapangan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan sekaligus membantu warga membersihkan puing-puing bangunan. Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, ST, MT, mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa angin kencang telah merusak hunian yang selama ini ditempati warga di kedua gampong tersebut.
“Angin kencang kembali merusak beberapa huntara yang ditempati warga di Gampong Rumoh Rayeuk dan Gampong Buket Linteung,” ungkap Bahron Bakti saat memberikan keterangan pada Jumat (5/6/2026).
Merujuk pada data terbaru dari Pusdalops, situasi di lokasi bencana kini mulai berangsur pulih dan kondusif. Warga bersama petugas gotong-royong mengamankan barang berharga serta membersihkan sisa material bangunan. Hingga saat ini, proses pendataan lanjutan dan penyaluran bantuan logistik masih terus berjalan. Pihak BPBA juga terus mengimbau warga untuk tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem susulan yang kerap terjadi di musim penghujan. (DI)








