
BENER MERIAH | SNN — Anomali cuaca ekstrem berupa angin puting beliung yang disertai hujan lebat menerjang dua kecamatan di Kabupaten Bener Meriah pada Jumat sore. Bencana alam yang datang tiba-tiba ini memorak-porandakan sejumlah bangunan dan menyisakan trauma bagi warga setempat yang tak menduga datangnya angin pusar di dataran tinggi tersebut.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), sapuan angin kencang ini berdampak langsung pada lima unit rumah warga yang mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari atap yang beterbangan hingga kerusakan struktur ringan. Selain tempat tinggal, satu unit musala juga dilaporkan turut terdampak, mengganggu aktivitas ibadah warga di sekitar lokasi kejadian.
Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Pihak BPBD Kabupaten Bener Meriah saat ini tengah melakukan kaji cepat (rapid assessment) di lapangan untuk mendata kerusakan secara presisi dan segera menyalurkan bantuan masa panik kepada para korban yang rumahnya rusak parah.
Kejadian puting beliung di kawasan pegunungan Bener Meriah ini menjadi anomali yang patut diwaspadai. BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Aceh pada masa peralihan musim, di mana pembentukan awan Cumulonimbus sangat masif dan memicu hujan lebat, kilat, serta angin kencang berdurasi singkat.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melihat perubahan cuaca mendadak seperti awan gelap yang pekat, dan segera mencari tempat berlindung yang kokoh. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi yang semakin sulit diprediksi (Red).
Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA)
BENER MERIAH | SNN — Anomali cuaca ekstrem berupa angin puting beliung yang disertai hujan lebat menerjang dua kecamatan di Kabupaten Bener Meriah pada Jumat sore. Bencana alam yang datang tiba-tiba ini memorak-porandakan sejumlah bangunan dan menyisakan trauma bagi warga setempat yang tak menduga datangnya angin pusar di dataran tinggi tersebut.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), sapuan angin kencang ini berdampak langsung pada lima unit rumah warga yang mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari atap yang beterbangan hingga kerusakan struktur ringan. Selain tempat tinggal, satu unit musala juga dilaporkan turut terdampak, mengganggu aktivitas ibadah warga di sekitar lokasi kejadian.
Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Pihak BPBD Kabupaten Bener Meriah saat ini tengah melakukan kaji cepat (rapid assessment) di lapangan untuk mendata kerusakan secara presisi dan segera menyalurkan bantuan masa panik kepada para korban yang rumahnya rusak parah.
Kejadian puting beliung di kawasan pegunungan Bener Meriah ini menjadi anomali yang patut diwaspadai. BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Aceh pada masa peralihan musim, di mana pembentukan awan Cumulonimbus sangat masif dan memicu hujan lebat, kilat, serta angin kencang berdurasi singkat.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melihat perubahan cuaca mendadak seperti awan gelap yang pekat, dan segera mencari tempat berlindung yang kokoh. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi yang semakin sulit diprediksi (Red).
Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA)








