Tingkatkan Layanan Masyarakat, Aceh Selatan Luncurkan 10 Inovasi

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
ACEH SELATAN | SNN — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan resmi memperkenalkan 10 inovasi pelayanan publik sebagai langkah peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, Senin (4/5/2026).
Program tersebut mencakup tujuh inovasi yang dikembangkan Baitul Mal Aceh Selatan serta tiga inovasi pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Aceh Selatan.
Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menyampaikan bahwa peluncuran inovasi ini sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk menciptakan masyarakat yang maju, produktif, dan madani. Ia menekankan bahwa pengelolaan zakat harus lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah daerah, kata Bupati, berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan tidak lagi terhambat oleh jarak maupun prosedur administrasi yang berbelit.
“Kami ingin masyarakat merasakan langsung perubahan pelayanan. Inovasi ini hadir untuk mempermudah urusan masyarakat tanpa harus melalui proses yang panjang,” ujarnya.
Adapun inovasi Baitul Mal yang diluncurkan antara lain program Mudah Mustahiq, layanan bantuan darurat bagi masyarakat di IGD RSUD Yuliddin Away, SIM-MAS Terpadu, integrasi layanan adminduk dan bantuan mustahiq, serta program Menjemput Mustahiq yang menghadirkan layanan langsung ke kecamatan.
Selain itu, terdapat pula program Baitul Mal Sigap untuk penanganan cepat korban musibah, Titip Berkas Mustahiq dalam pengurusan bantuan tingkat provinsi, Sahabat Mustahiq sebagai pendamping pasien di Banda Aceh, serta POSZAK yang menggabungkan layanan kesehatan, gizi, dan penguatan ekonomi berbasis zakat.
Di bidang administrasi kependudukan, Disdukcapil Aceh Selatan meluncurkan inovasi SIADULIM dan PDKT Kito guna mempercepat pelayanan di wilayah barat dan timur, termasuk Kecamatan Kluet Utara dan Labuhan Haji Timur.
Selanjutnya, program ASEL Bangkit & Tuntas memungkinkan bayi yang lahir di RSUD langsung mendapatkan dokumen kependudukan berupa akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).
Bupati menegaskan bahwa inovasi pelayanan publik harus memberikan dampak konkret bagi masyarakat dan mendorong seluruh SKPK terus menciptakan terobosan pelayanan sesuai kewenangannya.
“Manfaat yang dirasakan masyarakat menjadi ukuran utama keberhasilan inovasi,” ujarnya.
Melalui inovasi tersebut, Pemerintah Aceh Selatan optimistis pelayanan publik akan semakin efektif, merata, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah terpencil. (KB)






ACEH SELATAN | SNN — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan resmi memperkenalkan 10 inovasi pelayanan publik sebagai langkah peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, Senin (4/5/2026).
Program tersebut mencakup tujuh inovasi yang dikembangkan Baitul Mal Aceh Selatan serta tiga inovasi pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Aceh Selatan.
Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menyampaikan bahwa peluncuran inovasi ini sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk menciptakan masyarakat yang maju, produktif, dan madani. Ia menekankan bahwa pengelolaan zakat harus lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah daerah, kata Bupati, berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan tidak lagi terhambat oleh jarak maupun prosedur administrasi yang berbelit.
“Kami ingin masyarakat merasakan langsung perubahan pelayanan. Inovasi ini hadir untuk mempermudah urusan masyarakat tanpa harus melalui proses yang panjang,” ujarnya.
Adapun inovasi Baitul Mal yang diluncurkan antara lain program Mudah Mustahiq, layanan bantuan darurat bagi masyarakat di IGD RSUD Yuliddin Away, SIM-MAS Terpadu, integrasi layanan adminduk dan bantuan mustahiq, serta program Menjemput Mustahiq yang menghadirkan layanan langsung ke kecamatan.
Selain itu, terdapat pula program Baitul Mal Sigap untuk penanganan cepat korban musibah, Titip Berkas Mustahiq dalam pengurusan bantuan tingkat provinsi, Sahabat Mustahiq sebagai pendamping pasien di Banda Aceh, serta POSZAK yang menggabungkan layanan kesehatan, gizi, dan penguatan ekonomi berbasis zakat.
Di bidang administrasi kependudukan, Disdukcapil Aceh Selatan meluncurkan inovasi SIADULIM dan PDKT Kito guna mempercepat pelayanan di wilayah barat dan timur, termasuk Kecamatan Kluet Utara dan Labuhan Haji Timur.
Selanjutnya, program ASEL Bangkit & Tuntas memungkinkan bayi yang lahir di RSUD langsung mendapatkan dokumen kependudukan berupa akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).
Bupati menegaskan bahwa inovasi pelayanan publik harus memberikan dampak konkret bagi masyarakat dan mendorong seluruh SKPK terus menciptakan terobosan pelayanan sesuai kewenangannya.
“Manfaat yang dirasakan masyarakat menjadi ukuran utama keberhasilan inovasi,” ujarnya.
Melalui inovasi tersebut, Pemerintah Aceh Selatan optimistis pelayanan publik akan semakin efektif, merata, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah terpencil. (KB)