Bela Bahlil Soal Blok Andaman, Kader Golkar Aceh: “Kritik Akademisi Tidak Berbobot!”

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BANDA ACEH | sarannews.net – Kritik keras yang dilontarkan pengamat ekonomi sekaligus akademisi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Dr. Taufik A. Rahim terhadap Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memicu reaksi dari internal Partai Golkar Aceh.
Mudasir, politisi senior Partai Golkar tingkat Provinsi Aceh yang akrab disapa Cekmu, pasang badan membela Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut. Ia menilai kritik yang menyebut Bahlil mencampuri kebijakan pengelolaan migas Blok Andaman dalam kapasitasnya sebagai ketua partai adalah tudingan yang tidak berdasar dan salah alamat.
“Mengaku pengamat dan akademisi, tapi bicaranya tidak berbobot dan seperti orang kampung. Apa tidak tahu dia kalau Bahlil itu Menteri yang mengurusi masalah energi dan mineral?” ujar Cekmu kepada sarannews.net saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).
Mantan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Aceh Selatan ini menegaskan bahwa dirinya merespons kritik tersebut dalam kapasitasnya sebagai kader partai sekaligus warga Aceh. Menurutnya, pernyataan Bahlil terkait Blok Andaman saat kunjungannya ke Banda Aceh akhir pekan lalu adalah hal yang wajar dan sesuai dengan yurisdiksinya sebagai pejabat negara.
Cekmu menjelaskan, Bahlil menyinggung persoalan energi karena merespons pertanyaan dari awak media, selain menyampaikannya dalam pidato. “Apakah salah seorang pejabat publik, seorang Menteri ESDM, berbicara tentang tugas dan wewenangnya yang berkaitan dengan energi? Kecuali Bahlil itu bicara tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh yang tidak berjalan baik, itu baru salah tempat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Cekmu justru mempertanyakan sikap kritis Dr. Taufik yang dinilai tebang pilih. Ia menyoroti bahwa dalam kunjungan dan pidato yang sama, Bahlil juga berjanji akan memperjuangkan peningkatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh menjadi lebih dari 2 persen melalui revisi UUPA (Undang-Undang Pemerintahan Aceh).
“Bagaimana pula dalam pidatonya Ketum Golkar itu membicarakan akan memperjuangkan dana Otsus lebih dari 2 persen dalam revisi UUPA? Kenapa itu tidak dikritik juga oleh yang mengaku pengamat dan akademisi itu? Ya iyalah, kritikan asal saja,” tambah Cekmu.
Sebelumnya, pada Senin (13/7/2026), Dr. Taufik A. Rahim melontarkan kritik yang meminta Bahlil fokus mengurus urusan partai dan tidak mencampuri tata kelola Blok Andaman saat berbalut agenda pelantikan pengurus Golkar Aceh (11/7/2026).
Sang akademisi juga menyoroti janji penyelesaian krisis listrik pascabanjir November 2025 serta masih maraknya antrean BBM dan kelangkaan elpiji di lapangan, yang berbanding terbalik dengan klaim keberhasilan pemerintah pusat. Taufik menilai isu Blok Andaman menyangkut hak dan masa depan ekonomi Aceh yang harus diletakkan murni dalam koridor hukum, bukan panggung politik partai.[red]








