Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Aceh Berharap Pendataan Tak Sekadar Formalitas

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Banda Aceh | SNN – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 resmi dimulai pada 15 Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menurunkan ribuan petugas ke seluruh kabupaten/kota hingga pelosok gampong untuk melakukan pendataan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Di tengah dimulainya pendataan tersebut, sejumlah warga berharap sensus kali ini tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi mampu menghasilkan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan mikro.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sendiri menyasar seluruh pelaku usaha nonpertanian, mulai dari usaha berskala besar hingga usaha mikro yang dijalankan secara mandiri di rumah. Pendataan dilakukan secara door to door oleh petugas yang telah dibekali pelatihan khusus.
Sejumlah warga juga mengaku tidak keberatan memberikan informasi kepada petugas selama identitas dan data yang disampaikan dijaga kerahasiaannya. Mereka berharap hasil sensus dapat menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat Aceh secara nyata, termasuk tantangan yang dihadapi pelaku usaha di tingkat gampong.
BPS Aceh menyebutkan bahwa data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi salah satu dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan penguatan sektor ekonomi daerah. Pendataan ini dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Dengan dimulainya sensus tersebut, masyarakat berharap kehadiran petugas bukan sekadar mencatat jumlah usaha, tetapi juga menjadi langkah awal lahirnya kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku ekonomi di Aceh. [TP]








