Langsung ke konten utama

Proyek Peningkatan Jalan T. Hasan Dek Tahap IV Senilai Rp1,99 Miliar Mulai Dikerjakan Usai Sempat Ditender Ulang

Z
Redaksi
Penulis: ZamzamiEditor: Redaksi
Proyek Peningkatan Jalan T. Hasan Dek Tahap IV Senilai Rp1,99 Miliar Mulai Dikerjakan Usai Sempat Ditender Ulang
Proyek Peningkatan Jalan T. Hasan Dek Tahap IV Senilai Rp1,99 Miliar Mulai Dikerjakan Usai Sempat Ditender Ulang

BANDA ACEH | saranNews – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Banda Aceh resmi memulai pelaksanaan pengerjaan fisik proyek Peningkatan Jalan T. Hasan Dek Tahap IV. Proyek infrastruktur yang dibiayai melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banda Aceh Tahun Anggaran 2026 ini menelan alokasi anggaran bernilai kontrak Rp1.998.147.404,25

Pelaksanaan pengerjaan di lapangan dipercayakan kepada kontraktor CV. Meurika Teknologi dengan didampingi konsultan pengawas PT. Join Karya Mandiri. Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, masa pelaksanaan kontrak berlaku mulai 06 Agustus 2026 hingga target penyelesaian pada 31 Desember 2026 di bawah Nomor Kontrak 602.1/04/KONTRAK/PAD/REKON/BM-DPUPR/2026.

Sempat Batal dan Ditender Ulang

Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) LKPP, proses pengadaan barang dan jasa untuk paket pekerjaan bernilai Pagu/HPS Rp2.038.940.000,00 ini sempat mengalami kendala pada tahapan awal.

Pada proses tender pertama, panitia menyatakan tender gagal/batal karena seluruh peserta penawar tidak dapat diluluskan. Saat itu, dua perusahaan peserta—termasuk CV. Meurika Teknologi (penawaran Rp1.995.267.599,38) dan CV. Global Wahana (penawaran Rp1.977.432.106,78)—gugur pada tahap evaluasi lantaran terdapat permasalahan pada pengurusan internal perusahaan.

Setelah dilakukan perbaikan dokumen dan tahapan tender ulang (re-tender), CV. Meurika Teknologi akhirnya ditetapkan sebagai pemenang resmi dengan nilai penawaran terkoreksi sebesar Rp1.998.147.404,25.

Uraian Rincian Pekerjaan Teknis

Berdasarkan dokumen uraian pekerjaan, penanganan infrastruktur pada Jalan T. Hasan Dek Tahap IV ini mencakup 8 divisi pengerjaan utama, yaitu:

  1. Divisi 1 (Umum & SMKK): Pengadaan mobilisasi peralatan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) mencakup dokumen RKK/RMPK/RKPPL/RMLLP, sosialisasi spanduk K3, penyediaan APD (helm, masker respirator, sarung tangan, sepatu keselamatan, rompi), penyiapan petugas K3 dan petugas pengatur lalu lintas, serta kelengkapan rambu, traffic cone, warning light stick, dan pita pengaman.
  2. Divisi 2 (Drainase): Pekerjaan galian selokan drainase/saluran air serta pemasangan saluran beton precast berbentuk U Tipe DS 6a lengkap dengan penutup (box culvert/U-ditch).
  3. Divisi 3 (Pekerjaan Tanah & Geosintetik): Penggalian biasa, penimbunan biasa/pilihan dari sumber galian, penyiapan badan jalan, serta pemasangan geotekstil stabilisator (Kelas 1) untuk memperkuat struktur tanah.
  4. Divisi 5 (Perkerasan Berbutir): Penghamparan Lapis Pondasi Agregat Kelas A dan Kelas B.
  5. Divisi 6 (Perkerasan Aspal): Pelapisan tack coat / prime coat (Lapis Resap Pengikat & Lapis Perekat Aspal Emulsi), pengaspalan Laston Lapis Aus (AC-WC), dan penggunaan bahan anti pengelupasan.
  6. Divisi 7 (Struktur): Pengecoran beton struktur fc’ 20 MPa dan fc’ 10 MPa, perakitan baja tulangan polos (BJTP 280) & sirip (BJTS 420A), serta pembongkaran pasangan batu dan beton pratekan lama.
  7. Divisi 9 (Pekerjaan Harian & Fasilitas Pejalan Kaki): Pembuatan marka jalan termoplastik, kerb pracetak jenis 1 (peninggi/mountable), serta pemasangan ubin pemandu difabel (Braille) ukuran 30×30 cm dan batu alam andesit ukuran 20×40 cm pada area trotoar.
  8. Divisi 10 (Pemeliharaan Kinerja): Pengecatan kerb pada trotoar dan median jalan.

Pantauan Situasi di Lapangan

Hasil pantauan di lokasi proyek kawasan Jalan T. Hasan Dek (sekitar persimpangan Lorong Merpati dekat Flyover Simpang Surabaya) menunjukkan aktivitas pengerjaan galian tanah dan penataan saluran drainase tengah berlangsung intensif.

Satu unit alat berat jenis ekskavator (CAT) disiagakan di tepi badan jalan untuk melakukan penggalian dan penempatan saluran beton pracetak (box culvert). Pihak pelaksana juga memasang papan barikade peringatan K3 bertuliskan “AWAS!!! ADA PENGERJAAN ALAT BERAT” dan “HATI-HATI ADA PEKERJAAN GALIAN” untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Akses ke Lorong Merpati ditutup sementara menggunakan rambu pembatas agar tidak membahayakan warga. Meski terjadi penyempitan lajur akibat galian di bahu jalan, arus lalu lintas di jalur utama Jalan T. Hasan Dek menuju Flyover Simpang Surabaya dilaporkan tetap mengalir lancar dengan pengawasan lalu lintas dari petugas lapangan.

Imbauan Pengawasan Publik dan Rencana Konfirmasi Dinas

Mengingat alokasi anggaran yang dikucurkan bersumber dari keuangan daerah (PAD) serta lokasinya yang berada di kawasan pusat mobilitas publik, masyarakat diimbau untuk turut aktif memantau jalannya pelaksanaan proyek fisik ini agar dikerjakan secara transparan, tepat mutu, dan selesai sesuai jadwal target kontrak.

Guna memastikan keterbukaan informasi dan akuntabilitas pengerjaan, tim redaksi dalam waktu dekat akan melakukan konfirmasi langsung kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Banda Aceh serta konsultan pengawas terkait mekanisme kontrol kualitas, manajemen K3, hingga progres fisik di lapangan untuk diberitakan secara berkala kepada publik.[red]

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.