Malam 1 Muharram, Mesjid Jami Lambaro Disiapkan Jadi Pusat Syiar dan Kebersamaan Warga

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Aceh Besar | SNN – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali menggelar Pawai Ta’aruf dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Namun lebih dari sekadar agenda tahunan seremonial, kegiatan yang akan berlangsung pada Senin malam, 15 Juni 2026 di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya itu dinilai menjadi ruang memperkuat syiar Islam sekaligus mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Di tengah perubahan pola interaksi masyarakat yang kini semakin didominasi ruang digital, pawai tersebut menjadi salah satu momentum yang masih mampu menghadirkan interaksi sosial secara langsung. Mulai dari unsur gampong, majelis taklim, pelajar hingga organisasi kemasyarakatan akan terlibat dalam barisan pawai yang dipusatkan di depan Masjid Jamik Lambaro dan kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP) Lambaro.
Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Besar, Rusdi mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perayaan pergantian tahun Hijriah, tetapi juga sebagai media dakwah dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi sarana refleksi dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui Pawai Ta’aruf ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memeriahkan dan mengagungkan syiar Islam di Aceh Besar,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Pawai akan diperlombakan dalam dua kategori, yakni mobil hias menggunakan kendaraan jenis L-300 dan pawai pejalan kaki. Kehadiran dua kategori itu dinilai memberi ruang kreativitas masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui dekorasi, simbol, maupun atraksi bernuansa religius.
Rute pawai pejalan kaki dimulai dari kawasan Masjid Jamik Lambaro dan MPP Lambaro, melintasi Bundaran Lambaro menuju Simpang Lamreung hingga kawasan Meuligoe Wali Nanggroe sebelum kembali ke titik awal. Rute tersebut diperkirakan akan menjadi pusat keramaian masyarakat pada malam penyambutan tahun baru Islam.
Selain sebagai syiar, kegiatan itu juga membawa dampak sosial dan ekonomi bagi kawasan Lambaro. Setiap pelaksanaan pawai tahunan, kawasan pusat kegiatan biasanya dipadati warga yang datang menyaksikan, sehingga turut menghidupkan aktivitas pedagang kecil dan pelaku usaha musiman di sekitar lokasi.
Panitia juga menjadwalkan technical meeting pada Sabtu, 13 Juni 2026 di Aula UDKP Kecamatan Ingin Jaya guna membahas teknis pelaksanaan dan ketentuan lomba bagi seluruh peserta.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap Pawai Ta’aruf tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin tahunan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi keislaman serta memperkuat identitas sosial masyarakat Aceh Besar yang lekat dengan nilai syariat Islam dan budaya kebersamaan.









