Atasi Kelangkaan dan Antrean SPBU, Pemerintah Aceh Desak Pertamina Jamin Distribusi BBM Subsidi dan LPG 3 Kg

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BANDA ACEH | sarannews.net – Merespons keluhan masyarakat terkait mengularnya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta kelangkaan pasokan LPG Tabung 3 Kilogram (Kg), Pemerintah Aceh mengambil langkah intervensi strategis.
Langkah tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi intensif yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, T. Robby Irza. Rapat ini melibatkan Sales Area Manager (SAM) Retail PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, perwakilan Hiswana Migas, Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta jajaran instansi vertikal.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Aceh menekankan bahwa ketersediaan energi bersubsidi adalah hak dasar masyarakat yang mutlak harus dijamin negara melalui pasokan yang memadai, distribusi yang lancar, dan penyaluran yang tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan masyarakat Aceh memperoleh akses terhadap BBM bersubsidi dan LPG Tabung 3 Kg dengan mudah. Karena itu, koordinasi lintas sektor ini harus diperkuat agar distribusi berjalan lancar dan subsidi benar-benar dinikmati oleh rakyat yang berhak, bukan diselewengkan,” tegas T. Robby Irza di sela-sela rapat.
Desakan Evaluasi SPBU dan Penambahan Kuota
Guna mengurai benang kusut distribusi energi bersubsidi di lapangan, Pemerintah Aceh merumuskan sejumlah langkah strategis dan instruksi tegas kepada PT Pertamina Patra Niaga, di antaranya:
Lebih lanjut, untuk mencegah kebocoran kuota subsidi, Pemerintah Aceh bersama Pertamina, pemerintah kabupaten/kota, dan Aparat Penegak Hukum (APH) sepakat akan mengintensifkan razia dan penertiban di lapangan.
“Pengawasan akan kita perkuat hingga ke tingkat pangkalan. Kita pastikan BBM subsidi dan LPG 3 Kg ini jatuh ke tangan yang tepat sasaran,” tambah Robby.
Di sisi lain, Pemerintah Aceh juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak. Warga diminta menggunakan energi bersubsidi sesuai dengan peruntukannya serta tidak melakukan aksi borong (panic buying) yang justru akan memperparah kondisi kelangkaan di pasar. [red]









