Langsung ke konten utama

Antisipasi Puncak Musim Hujan, Gubernur Mualem Surati Bupati dan Walikota se-Aceh Minta Siapsiaga Bencana

A
Redaksi
Penulis: AprilyaEditor: Redaksi
Antisipasi Puncak Musim Hujan, Gubernur Mualem Surati Bupati dan Walikota se-Aceh Minta Siapsiaga Bencana
Antisipasi Puncak Musim Hujan, Gubernur Mualem Surati Bupati dan Walikota se-Aceh Minta Siapsiaga Bencana

BANDA ACEH | SaranNews.net — Memasuki siklus peningkatan curah hujan selama tiga bulan ke depan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menginstruksikan seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Aceh untuk melakukan upaya terpadu guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Instruksi tersebut dikeluarkan merujuk pada Informasi Prediksi Curah Hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh, yang memproyeksikan lonjakan intensitas hujan kategori menengah hingga tinggi pada periode Oktober hingga Desember 2026 di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyampaikan bahwa imbauan Gubernur Mualem secara resmi telah disampaikan melalui surat bernomor 300.2/11114 bertanggal 14 September 2026 yang ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si., atas nama Gubernur Aceh.

Panduan Teknis Kesiapsiagaan Berdasarkan Wilayah

Dalam arahan tersebut, Pemerintah Aceh meneruskan panduan kesiapsiagaan dari BMKG yang disesuaikan dengan potensi karakteristik wilayah:

  • Wilayah Curah Hujan Tinggi hingga Sangat Tinggi:
    • Menggalakkan aksi gotong royong pembersihan lingkungan dan saluran drainase.
    • Mendorong warga menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) berisi dokumen penting dan kebutuhan dasar.
    • Mengamankan instalasi listrik serta aset berharga rumah tangga.
    • Aktif memantau pembaruan informasi peringatan dini BMKG dan siap melakukan evakuasi secara mandiri maupun terkoordinasi.
  • Wilayah Curah Hujan Rendah:
    • Melakukan konservasi dan penghematan penggunaan air serta perbaikan jaringan yang bocor.
    • Membangun infrastruktur resapan air seperti biopori, sumur resapan, dan embung.
    • Menyesuaikan komoditas pertanian ke varietas tahan kering (palawija dan sistem irigasi tetes).
    • Meningkatkan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Evaluasi Bencana Wilayah Tengah dan Sinergi Lintas Sektor

Langkah kesiapsiagaan serentak ini diambil menyusul bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang kawasan tengah Aceh, meliputi Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah pada 13–14 September 2026.

Mualem mengingatkan bahwa struktur tanah di kawasan yang dilanda bencana hidrometeorologi setahun lalu masih tergolong labil dan belum kokoh, sehingga peningkatan intensitas hujan berisiko tinggi memicu longsor susulan maupun luapan sungai.

“Pak Gubernur menekankan pentingnya sinergi penuh antara pemerintah daerah, jajaran Forkopimda, TNI/Polri, instansi teknis, hingga perguruan tinggi untuk mempercepat respons di lapangan dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegas Nurlis.[red]

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.