Warga Geurugok Protes Proyek Jalan Nasional: Akses Rumah Terputus, Galian Jadi ‘Parit’ Mangkrak

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BIREUEN | SNN — Proyek pelebaran jalan lintas nasional di Desa Geurugok, Kecamatan Gandapura, mulai menuai protes keras dari warga setempat. Pengerjaan yang dinilai tidak tuntas per segmen telah mengakibatkan akses keluar-masuk rumah warga terputus akibat galian bahu jalan yang dibiarkan menganga tanpa pengerasan selama lebih dari sepekan, Jumat (20/2/2026).
Salah seorang warga terdampak, Ulya, mengungkapkan bahwa perbedaan ketinggian antara badan jalan dan halaman rumah akibat kerukan tanah sangat menyulitkan kendaraan. Kondisi ini diperparah oleh hujan deras yang mengubah bekas galian menjadi genangan air panjang mirip parit yang becek. Warga menilai pelaksana proyek terkesan berpindah-pindah lokasi sebelum menyelesaikan titik yang telah dibuka, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas harian masyarakat terganggu. Warga mendesak pihak rekanan segera meratakan galian agar akses publik tidak tersandera oleh pengerjaan yang tidak sistematis. (DI)
BIREUEN | SNN — Proyek pelebaran jalan lintas nasional di Desa Geurugok, Kecamatan Gandapura, mulai menuai protes keras dari warga setempat. Pengerjaan yang dinilai tidak tuntas per segmen telah mengakibatkan akses keluar-masuk rumah warga terputus akibat galian bahu jalan yang dibiarkan menganga tanpa pengerasan selama lebih dari sepekan, Jumat (20/2/2026).
Salah seorang warga terdampak, Ulya, mengungkapkan bahwa perbedaan ketinggian antara badan jalan dan halaman rumah akibat kerukan tanah sangat menyulitkan kendaraan. Kondisi ini diperparah oleh hujan deras yang mengubah bekas galian menjadi genangan air panjang mirip parit yang becek. Warga menilai pelaksana proyek terkesan berpindah-pindah lokasi sebelum menyelesaikan titik yang telah dibuka, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas harian masyarakat terganggu. Warga mendesak pihak rekanan segera meratakan galian agar akses publik tidak tersandera oleh pengerjaan yang tidak sistematis. (DI)







