Jalan Nasional Medan-Banda Aceh di Meukek Berdebu Tebal, Warga Desak Penyiraman Rutin

ACEH SELATAN | SNN – Pekerjaan perbaikan Jalan Nasional Medan-Banda Aceh di wilayah Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, memicu keluhan serius dari masyarakat sekitar. Masalah utama yang dihadapi adalah debu tebal yang beterbangan dari lokasi proyek, yang kini mengganggu aktivitas sehari-hari, mengancam kesehatan, dan membahayakan keselamatan pengguna jalan serta warga yang tinggal di sepanjang jalur tersebut.
Sebuah foto yang beredar dari lapangan (seperti terlihat pada image_0.png), menunjukkan kondisi jalan berdebu di kawasan pemukiman warga dengan kabel listrik dan kendaraan yang melintas, menegaskan parahnya kondisi udara di lokasi proyek.
Penyebab utama timbulnya polusi debu ini adalah pekerjaan pengupasan lapisan aspal lama yang sedang berlangsung. Proses pengerjaan yang belum diiringi tindakan pencegahan ini mengakibatkan debu meluas ke segala penjuru.
Salah satu warga yang juga merupakan pelaku usaha sembako, Bang Maun, menyampaikan kekecewaannya. Ia menyebutkan bahwa debu telah merusak barang dagangannya.
“Debunya sangat tebal, sampai barang dagangan saya tertutup debu. Tidak hanya itu, warga juga jadi mudah batuk dan mengalami gangguan pernapasan. Pengendara motor dan mobil juga kesulitan melihat jalan karena pandangan terhalang debu, ini sangat berbahaya,” ungkap Bang Maun kepada sarannews.net.
Dampak polusi debu ini tidak hanya merugikan para pedagang, tetapi juga masyarakat luas. Warga setempat sangat berharap pihak pelaksana proyek segera mengambil langkah antisipasi.
Solusi mendesak yang diminta warga adalah penyediaan mobil tangki air untuk melakukan penyiraman permukaan jalan secara berkala. Hal ini dianggap sebagai solusi yang efektif untuk meredam debu agar tidak beterbangan dan membuat kondisi jalan menjadi lebih aman serta nyaman bagi semua orang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait mengenai keluhan warga tersebut. Warga sangat berharap masalah ini segera mendapat penanganan agar proyek perbaikan jalan yang krusial ini tidak justru menimbulkan dampak negatif yang lebih luas bagi masyarakat setempat.[red]
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Berita Terkait

FORMAKI Desak Penyelidikan Hukum atas Dugaan Penyimpangan RUP Dinas Sosial Aceh 2026
29 April 2026

Satpol PP Aceh Besar Tertibkan Ternak Berkeliaran di Jalan Soekarno Hatta, Empat Sapi Diamankan
Baru saja

Warga Keluhkan Jalan Penghubung Kluet Tengah–Pasie Raja Sudah bertahun tahun Rusak, Harap Segera Diaspal
27 April 2026

Anggaran Rp27 Miliar RSUD Yuliddin Away Disorot, Transparansi Dipertanyakan
16 jam lalu
Semua Berita

Polemik Pergub JKA, Ketua DPRA: Ini Pelanggaran Norma Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan
2 jam lalu

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBA Gelar Pelatihan Alat Komunikasi Darurat 2026
11 jam lalu

Klaim RSUYA Ditentukan Pusat, KOMASE: “Itu Bukti Pelanggaran Fatal, Bupati Jangan Berlindung di Balik BPJS!”
14 jam lalu

SPPG Yayasan Ammar Aceh Madani Gandeng UD Alfarizi sebagai Mitra Strategis Penyedia Pangan Bergizi
15 jam lalu

Empat Bulan Berjalan, KDMP Syariah Lam Lumpu Mulai Dirasakan Manfaatnya
15 jam lalu

Siapkan Generasi Aceh Tembus Beasiswa Luar Negeri, BPSDM Aceh Buka Pelatihan Bahasa Akademik Gratis
17 jam lalu



