Belanja Modal Aceh Selatan Baru 27,98 Persen, Belanja Pegawai Sudah 56,65 Persen

Tapaktuan | SNN — Realisasi belanja modal Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan hingga Agustus 2026 tercatat baru mencapai 27,98 persen. Angka tersebut tertinggal dibandingkan realisasi belanja pegawai yang telah mencapai 56,65 persen.

Berdasarkan data postur APBD Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2026, anggaran belanja modal ditetapkan sebesar Rp122,53 miliar. Hingga Agustus 2026, realisasinya tercatat Rp34,29 miliar atau 27,98 persen.
Sementara itu, belanja pegawai memiliki pagu sebesar Rp510,22 miliar dengan realisasi mencapai Rp289,05 miliar atau 56,65 persen. Dengan demikian, tingkat serapan belanja pegawai sudah lebih dari dua kali persentase realisasi belanja modal.
Secara keseluruhan, Belanja Daerah Kabupaten Aceh Selatan pada 2026 dianggarkan sebesar Rp1,322 triliun. Hingga Agustus, realisasinya mencapai Rp544,13 miliar atau 41,15 persen.
Selain belanja pegawai dan belanja modal, Belanja Barang dan Jasa memiliki pagu sebesar Rp399,50 miliar. Realisasinya tercatat Rp135,73 miliar atau 33,97 persen. Sedangkan kelompok Belanja Lainnya baru terealisasi Rp85,06 miliar dari pagu Rp290,03 miliar atau 29,33 persen.
Di dalam kelompok Belanja Lainnya, Belanja Bantuan Keuangan memiliki alokasi terbesar, yakni Rp228,79 miliar. Hingga Agustus 2026, realisasinya sebesar Rp68,98 miliar atau 30,15 persen.
Belanja Hibah tercatat memiliki pagu Rp41,33 miliar dengan realisasi Rp9,87 miliar atau 23,89 persen. Sementara Belanja Bantuan Sosial telah terealisasi Rp1,84 miliar dari pagu Rp5,39 miliar atau 34,17 persen.
Adapun Belanja Bagi Hasil yang dianggarkan sebesar Rp8,47 miliar masih tercatat belum memiliki realisasi hingga periode tersebut. Belanja Subsidi terealisasi Rp40 juta dari pagu sekitar Rp220 juta atau 16,32 persen. Sebaliknya, Belanja Tidak Terduga telah terealisasi Rp4,33 miliar dari pagu Rp5,84 miliar atau mencapai 74,16 persen.
Pendapatan Daerah Baru 49,38 Persen
Dari sisi pendapatan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menargetkan Pendapatan Daerah sebesar Rp1,314 triliun pada APBD 2026. Hingga Agustus, realisasi pendapatan tercatat Rp648,95 miliar atau 49,38 persen.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp212,75 miliar. Realisasinya baru mencapai Rp68,22 miliar atau 32,06 persen.
Pada komponen PAD, Pajak Daerah terealisasi Rp16,19 miliar dari target Rp34,15 miliar atau 47,42 persen. Retribusi Daerah terealisasi Rp990 juta dari target Rp2,75 miliar atau 35,89 persen.
Sementara Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan mencatat realisasi Rp3,33 miliar dari target Rp4,20 miliar atau 79,32 persen. Adapun Lain-Lain PAD yang Sah baru terealisasi Rp47,71 miliar dari target Rp171,66 miliar atau 27,79 persen.
Aceh Selatan juga menganggarkan pendapatan transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp983,80 miliar. Hingga Agustus, realisasinya mencapai Rp511,93 miliar atau 52,04 persen.
Data tersebut merupakan APBD Murni Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2026 dengan realisasi sampai Agustus 2026 dan tercatat diterima Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 30 Agustus 2026.[red]
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.












