Sikula Legislatif Soroti Peran Mahasiswa dalam Mengawal Demokrasi

Banda Aceh | SNN – Peran mahasiswa dalam mengawal demokrasi dan kebijakan publik menjadi salah satu pembahasan dalam forum Sikula Legislatif yang diselenggarakan Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Anggota DPR Aceh, Ir. Nurchalis, S.P., M.Si., yang hadir sebagai pemateri, membahas simulasi fungsi pengawasan dan anggaran lembaga legislatif. Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa mengenai cara kerja lembaga legislatif serta posisi masyarakat dalam proses pengawalan kebijakan pemerintah.
Menurut Nurchalis, mahasiswa tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Mahasiswa dinilai perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai fungsi legislatif agar mampu memahami, mengkritisi, dan mengawal kebijakan publik secara tepat.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Sikula Legislatif yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari fungsi dan mekanisme kerja lembaga legislatif.
Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi mahasiswa tersebut juga menjadi pengingat bagi lembaga legislatif mengenai pentingnya memperluas edukasi politik dan legislatif kepada masyarakat.
“Ini merupakan kegiatan yang mulia dan harus disambut dengan baik. Ke depan saya akan mengajak adik-adik mahasiswa, khususnya peserta hari ini, untuk berdiskusi bersama mengenai apa yang perlu dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan mahasiswa agar mengetahui bagaimana sebenarnya legislatif bekerja serta bagaimana posisi masyarakat dan mahasiswa dalam proses pengawalan kebijakan pemerintahan,” ujar Nurchalis.
Dalam kesempatan tersebut, Nurchalis juga menyampaikan rencana untuk mendorong keberlanjutan Sikula Legislatif dalam skala yang lebih luas. Ia membuka peluang kolaborasi bersama Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry sebagai pihak yang menginisiasi kegiatan tersebut.
“Ke depan kita akan mengajak Senat Mahasiswa untuk berkolaborasi sebagai penggagas Sikula Legislatif hari ini. Mudah-mudahan rencana ini dapat berjalan dengan lancar dan kita berkomitmen untuk itu,” katanya.
Selain membahas fungsi pengawasan dan anggaran, forum tersebut juga menyinggung pentingnya menjaga idealisme mahasiswa dalam kehidupan demokrasi.
Nurchalis mengingatkan mahasiswa agar tidak bersikap apatis terhadap proses politik dan demokrasi. Menurutnya, minimnya pemahaman terhadap sistem politik dapat membuat mahasiswa menjauh dari proses demokrasi, termasuk memilih untuk tidak menggunakan hak politiknya.
Melalui Sikula Legislatif, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami struktur dan fungsi lembaga legislatif, tetapi juga mampu melihat ruang partisipasi yang dapat digunakan masyarakat dalam mengawal kebijakan pemerintah.
Forum tersebut menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami proses demokrasi secara lebih dekat, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan kebijakan publik.
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.












