Langsung ke konten utama

Bantuan Alsintan Diharapkan Pangkas Kendala Produksi Petani Aceh Besar

Sariril Karamah
Redaksi
Penulis: Sariril KaramahEditor: Redaksi
Bantuan Alsintan Diharapkan Pangkas Kendala Produksi Petani Aceh Besar
Bantuan Alsintan Diharapkan Pangkas Kendala Produksi Petani Aceh Besar

Aceh Besar | SNN – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai mendorong percepatan modernisasi pertanian melalui distribusi 40 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di berbagai kecamatan.

Bantuan berupa pompa air dan traktor tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan sekaligus mengurangi hambatan produksi yang selama ini dihadapi petani, terutama terkait irigasi dan pengolahan sawah.

Alsintan bantuan Kementerian Pertanian RI Tahun 2026 itu diserahkan di Gudang Pertanian Lambaro Samahani, Kecamatan Kuta Malaka, dan akan digunakan secara kolektif oleh kelompok tani penerima, Minggu (14/6/2026).

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M. Ali, mengatakan penggunaan teknologi pertanian menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.

Menurutnya, keberadaan alsintan dapat mempercepat proses tanam, menekan biaya operasional, serta membantu petani meningkatkan hasil produksi.

“Modernisasi pertanian tidak bisa dihindari. Dukungan alsintan diharapkan membuat proses budidaya lebih efektif dan produktif,” kata M. Ali.

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan terdiri atas pompa air berkapasitas 3 inci, 4 inci, dan 6 inci, serta traktor roda dua rotary jenis quick amberjack.

Seluruh peralatan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pertanian di sejumlah wilayah sentra produksi pangan di Aceh Besar.

Pemkab Aceh Besar juga menegaskan bahwa alsintan yang diberikan merupakan aset kelompok tani, bukan milik perorangan. Karena itu, penggunaannya harus dilakukan secara bersama dan tidak boleh dipindahtangankan.

“Bantuan ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok dan peningkatan produksi pertanian,” ujar M. Ali.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, meminta kelompok tani menjaga dan merawat peralatan yang diterima agar tetap dapat digunakan dalam jangka panjang.

Menurutnya, banyak bantuan pertanian yang tidak bertahan lama akibat minimnya perawatan di tingkat kelompok.

“Kami berharap alsintan ini bisa dirawat dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan petani dalam mendukung produksi pertanian,” katanya.

Dinas Pertanian Aceh Besar juga akan melakukan monitoring berkala guna memastikan bantuan tersebut digunakan sesuai peruntukan dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian daerah. (Sr)

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.