Momentum Pasca Iduladha, Bupati Bireuen Ajak ASN Kikis Ego Sektoral

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BIREUEN | SNN – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen berkumpul di halaman tengah Kantor Bupati, yang bertujuan untuk mengikuti apel bersama yang dipadukan dengan acara halal bihalal Hari Raya Iduladha 1447 H, pada Selasa (2/6/2026). Agenda ini diikuti oleh jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama, para camat, kepala sekretariat lembaga keistimewaan Aceh, para kepala bagian Setdakab, hingga seluruh pegawai ASN dan PPPK dari 32 Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).
Bupati Bireuen, H. Mukhlis ST, memimpin langsung jalannya upacara didampingi oleh Wakil Bupati serta Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Bireuen. Mengawali arahannya, Bupati Mukhlis menyampaikan ucapan selamat Iduladha serta permohonan maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan, baik dalam konteks kedinasan maupun hubungan personal sehari-hari.
Tingginya angka kehadiran pegawai di hari pertama masuk kerja mendapat pujian khusus dari Bupati. Menurutnya, kehadiran yang maksimal ini dinilai sebagai bukti nyata dari komitmen, tanggung jawab terhadap sumpah jabatan, serta loyalitas yang tinggi dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat luas.
Lebih lanjut, Bupati Mukhlis mengajak seluruh jajarannya untuk membuang jauh ego sektoral dan memperkuat kolaborasi antar-instansi demi meneladani esensi pengorbanan Iduladha.
“Wujud nyata nilai kurban bagi ASN yaitu diwujudkan dalam bentuk mengorbankan waktu, tenaga, serta ego sektoral demi kepentingan pelayanan publik dan kemajuan Kabupaten Bireuen,” ujar Bupati Bireuen dalam amanatnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa kedisiplinan merupakan pilar utama dalam mendongkrak mutu pelayanan publik yang berdampak positif bagi seluruh warga Bireuen.
Sebelum mengakhiri arahannya, Bupati mengimbau agar seluruh pegawai bertindak sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarkan informasi yang akurat dan positif kepada publik, terutama mengenai berbagai capaian sukses pembangunan yang sedang berjalan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi bersalaman massal antara kepala daerah dan seluruh peserta apel, sebuah simbolisasi harmonis untuk mempererat silaturahmi dan memicu semangat pengabdian yang lebih solid. (DI)









