Meugang Idul Adha, Harga Daging Melonjak Hingga 180 Ribu per Kg

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Banda Aceh | SNN – Menjelang tradisi meugang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga daging sapi dan kerbau di sejumlah wilayah Aceh mengalami kenaikan signifikan. Meski harga melonjak, masyarakat tetap memadati pasar tradisional dan lapak penjualan daging untuk membeli kebutuhan meugang bersama keluarga.
Pantauan di sejumlah titik penjualan daging di Banda Aceh dan Aceh Besar, harga daging sapi segar berkisar antara Rp160 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram. Sementara daging kerbau dijual dengan harga sedikit lebih rendah, namun tetap mengalami kenaikan dibanding hari biasa.
Ramainya pembeli terlihat sejak pagi hari. Pedagang musiman memenuhi kawasan pasar tradisional hingga pinggir jalan utama untuk melayani tingginya permintaan masyarakat menjelang Iduladha. Tradisi meugang yang telah menjadi budaya turun-temurun di Aceh membuat permintaan daging meningkat tajam setiap menjelang hari besar Islam.
Salah seorang pedagang daging di kawasan Lambhuk mengatakan kenaikan harga dipengaruhi tingginya permintaan serta terbatasnya pasokan ternak dari peternak lokal.
“Permintaan naik drastis menjelang meugang Iduladha. Harga sapi dari peternak juga sudah naik, jadi harga jual ikut menyesuaikan,” ujarnya.
Meski harga cukup tinggi, warga tetap membeli daging untuk mempertahankan tradisi makan bersama keluarga. Sebagian masyarakat memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit agar tetap bisa merayakan meugang. Selain daging sapi dan kerbau, harga sejumlah kebutuhan dapur lainnya seperti cabai, bawang, dan santan juga dilaporkan mengalami kenaikan di beberapa pasar tradisional.
Tradisi meugang sendiri merupakan budaya khas masyarakat Aceh yang dilakukan menjelang Ramadhan, Idulfitri, dan Iduladha dengan memasak serta menyantap daging bersama keluarga sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. [TP]









