
BANDA ACEH | SNN — Sebagian besar wilayah Aceh dibungkus udara kabur dan langit berawan pada Jumat (10/7), sementara daerah dataran tinggi seperti Takengon dan Gayo Lues mencatatkan suhu terdingin hingga 12 derajat Celsius. Meski tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem, BMKG memproyeksikan potensi petir menyambar pada Rabu (15/7) di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.
Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG yang dihimpun SNN, pola udara kabur mendominasi kawasan pesisir timur dan selatan Aceh, mencakup Aceh Timur, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Singkil, Bireuen, Langsa, hingga Subulussalam. Kelembapan udara di kawasan ini tercatat tinggi, antara 61 hingga 99 persen.
Sementara pesisir berkabut, daerah dataran tinggi Aceh mengalami suhu yang cukup rendah. Aceh Tengah (Takengon) dan Gayo Lues mencatatkan suhu minimum 12 hingga 13 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 98 persen. Bener Meriah dan Aceh Tenggara juga berada di kisaran 14 derajat Celsius.
Kondisi ini khas musim yang sedang berlangsung, di mana kawasan pegunungan tengah Aceh menjadi area terdingin dibandingkan wilayah lain di provinsi ini. Suhu tertinggi di dataran tinggi sendiri hanya berkisar 25 derajat Celsius.
Untuk Kota Banda Aceh, prakiraan per-jam BMKG menunjukkan kondisi berawan sepanjang hari dengan suhu berkisar 26 hingga 32 derajat Celsius. Yang menarik, kecepatan angin diperkirakan meningkat tajam pada siang hari, mencapai 20 hingga 21 kilometer per jam pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, dengan arah konsisten dari selatan.
Nelayan dan nelayan kecil di perairan barat dan utara Aceh disarankan untuk memperhatikan kondisi angin ini, terutama saat beraktivitas pada siang hari. Jarak pandang di Banda Aceh sendiri tercatat baik, di atas 10 kilometer.
BMKG memproyeksikan perubahan cuaca signifikan pada Rabu (15/7), ketika seluruh kecamatan di Banda Aceh berpotensi mengalami hujan disertai petir. Suhu pada hari itu diperkirakan turun ke kisaran 25 hingga 28 derajat Celsius dengan kelembapan 69 hingga 91 persen.
Masyarakat dihimbau untuk mulai mengantisipasi kondisi ini, terutama untuk aktivitas luar ruangan pada pertengahan pekan depan. Hingga kini, BMKG belum menerbitkan peringatan dini resmi untuk wilayah Aceh.
Prakiraan menunjukkan pola berawan akan terus mendominasi Aceh hingga Sabtu (18/7), dengan kemungkinan cerah berawan sesekali di sebagian wilayah. Pemantauan terus dilakukan terutama menjelang potensi petir pada pertengahan pekan. (Red)








BANDA ACEH | SNN — Sebagian besar wilayah Aceh dibungkus udara kabur dan langit berawan pada Jumat (10/7), sementara daerah dataran tinggi seperti Takengon dan Gayo Lues mencatatkan suhu terdingin hingga 12 derajat Celsius. Meski tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem, BMKG memproyeksikan potensi petir menyambar pada Rabu (15/7) di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.
Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG yang dihimpun SNN, pola udara kabur mendominasi kawasan pesisir timur dan selatan Aceh, mencakup Aceh Timur, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Singkil, Bireuen, Langsa, hingga Subulussalam. Kelembapan udara di kawasan ini tercatat tinggi, antara 61 hingga 99 persen.
Sementara pesisir berkabut, daerah dataran tinggi Aceh mengalami suhu yang cukup rendah. Aceh Tengah (Takengon) dan Gayo Lues mencatatkan suhu minimum 12 hingga 13 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 98 persen. Bener Meriah dan Aceh Tenggara juga berada di kisaran 14 derajat Celsius.
Kondisi ini khas musim yang sedang berlangsung, di mana kawasan pegunungan tengah Aceh menjadi area terdingin dibandingkan wilayah lain di provinsi ini. Suhu tertinggi di dataran tinggi sendiri hanya berkisar 25 derajat Celsius.
Untuk Kota Banda Aceh, prakiraan per-jam BMKG menunjukkan kondisi berawan sepanjang hari dengan suhu berkisar 26 hingga 32 derajat Celsius. Yang menarik, kecepatan angin diperkirakan meningkat tajam pada siang hari, mencapai 20 hingga 21 kilometer per jam pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, dengan arah konsisten dari selatan.
Nelayan dan nelayan kecil di perairan barat dan utara Aceh disarankan untuk memperhatikan kondisi angin ini, terutama saat beraktivitas pada siang hari. Jarak pandang di Banda Aceh sendiri tercatat baik, di atas 10 kilometer.
BMKG memproyeksikan perubahan cuaca signifikan pada Rabu (15/7), ketika seluruh kecamatan di Banda Aceh berpotensi mengalami hujan disertai petir. Suhu pada hari itu diperkirakan turun ke kisaran 25 hingga 28 derajat Celsius dengan kelembapan 69 hingga 91 persen.
Masyarakat dihimbau untuk mulai mengantisipasi kondisi ini, terutama untuk aktivitas luar ruangan pada pertengahan pekan depan. Hingga kini, BMKG belum menerbitkan peringatan dini resmi untuk wilayah Aceh.
Prakiraan menunjukkan pola berawan akan terus mendominasi Aceh hingga Sabtu (18/7), dengan kemungkinan cerah berawan sesekali di sebagian wilayah. Pemantauan terus dilakukan terutama menjelang potensi petir pada pertengahan pekan. (Red)