Banda Aceh Cerah, Waspada Hujan Ringan Sore Hari di Langsa dan Kutacane Besok

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BANDA ACEH | SNN — Masyarakat di sejumlah wilayah Aceh diimbau untuk menyiapkan payung dan jas hujan saat beraktivitas pada sore hingga malam hari esok, Jumat (3/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi hujan ringan yang akan mengguyur beberapa kawasan timur dan dataran tinggi Aceh, meski ibu kota provinsi diprediksi cerah berawan.
Berdasarkan data cuaca harian yang dirilis BMKG pada Kamis (2/7), mayoritas wilayah Aceh memang masih didominasi cuaca cerah hingga berawan. Namun, perubahan kondisi atmosfer pada sore hari memicu potensi presipitasi ringan di beberapa titik rawan.
Di Banda Aceh, warga bisa bernapas lega. Sepanjang hari Jumat, langit ibu kota provinsi ini diperkirakan cerah berawan dengan suhu berkisar antara 27 hingga 31 derajat Celsius. Kecepatan angin tercatat maksimal berada di angka 21,5 kilometer per jam, tergolong aman untuk aktivitas luar ruangan dan nelayan di pesisir.
Kondisi serupa juga terpantau di pesisir barat dan utara Aceh seperti Calang (Aceh Jaya) dan Lhoksukon. Cuaca di wilayah tersebut diprediksi cukup bersahabat untuk aktivitas keseharian dari pagi hingga malam hari.
Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan bagi warga yang berdomisili atau sedang dalam perjalanan menuju kawasan pesisir timur dan dataran tinggi. Kota Langsa, misalnya, diprakirakan akan mulai diguyur hujan ringan pada pukul 18.00 WIB hingga malam hari. Perubahan cuaca dari cerah ke hujan ini perlu diantisipasi, terutama bagi pengendara sepeda motor yang pulang kerja.
Hal senada juga diprediksi terjadi di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara. Hujan ringan dijadwalkan turun menjelang petang, sekitar pukul 18.00 WIB. Sementara itu, untuk wilayah kepulauan, Sinabang (Simeulue) diprakirakan justru mengalami hujan ringan di pagi hari, sekitar pukul 08.00 WIB, sebelum berangsur cerah pada siang harinya.
Meski BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem atau badai untuk wilayah Aceh pada hari tersebut, hujan ringan di sore hari seringkali memicu genangan air lokal dan jalanan licin. Masyarakat, khususnya para pengguna jalan lintas Sumatera, diimbau untuk selalu menyediakan perlengkapan antiair dan berhati-hati dalam berkendara.
Para nelayan di kawasan timur Aceh juga disarankan untuk memantau terus pembaruan informasi cuaca dari otoritas terkait, mengingat perubahan angin bisa terjadi sewaktu-waktu menyertai turunnya hujan. Cuaca yang tidak menentu di masa transisi ini menuntut kesiapsiagaan dari seluruh elemen masyarakat. (Red)









