
BANDA ACEH | SNN — Persiraja Banda Aceh resmi menuntaskan proses administrasi dan pendataan 18 pemain muda terbaik asal Aceh untuk diintegrasikan ke dalam basis data identifikasi bakat nasional PSSI. Langkah ini menjadi upaya klub berjuluk Lantak Laju dalam membangun sistem pembinaan pemain profesional secara terstruktur.
Manager Persiraja Banda Aceh, Ridha Mafdhul Gidong, mengatakan seluruh tahapan administrasi telah rampung sehingga para pemain muda hasil seleksi kini telah masuk dalam sistem pendataan talenta nasional milik PSSI guna mendukung program Akademi Nasional Garuda United.
“Alhamdulillah, kami telah menuntaskan seluruh proses integrasi data para pemain muda berbakat Aceh. Ini langkah awal Persiraja menciptakan pemain profesional melalui program by design,” ujar Gidong di Banda Aceh, Rabu (9/7/2026).
Sebanyak 18 pemain yang terpilih merupakan hasil proses seleksi dari berbagai sekolah sepak bola (SSB), akademi, dan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Aceh. Mereka berasal dari kelompok usia kelahiran 2010, 2011, dan 2012.
Program Akademi Nasional Garuda United PSSI merupakan bentuk sinergi antara PSSI dan Persiraja dalam mengidentifikasi, membina, serta mengembangkan generasi pesepakbola Indonesia sejak usia dini. “Ini adalah kerja sama antara PSSI Pusat dan Persiraja. Kami sangat berharap suatu saat nanti kembali lahir pemain Tim Nasional Indonesia yang berasal dari Aceh,” tambah Gidong.
Melalui program “Persiraja by Design”, klub berharap proses pembinaan usia muda di Aceh semakin terarah dan mampu menjadi jalur lahirnya pemain profesional yang kelak memperkuat Persiraja, klub nasional, hingga Tim Nasional Indonesia. “Semoga kolaborasi ini menjadi fondasi pembinaan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu melahirkan pemain berkualitas untuk masa depan sepak bola nasional,” demikian Gidong menutup pernyataannya. (Red)
Sumber: Antara







