Banda Aceh Catat Inflasi Tertinggi di Aceh pada Mei 2026

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Banda Aceh | SNN – Inflasi di Aceh kembali menunjukkan peningkatan pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Aceh mencapai 5,12 persen, sementara secara bulanan, inflasi tercatat sebesar 0,60 persen. Kenaikan harga pangan menjelang meugang dan Hari Raya Idul Adha menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan tersebut.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan di Aceh dengan andil mencapai 2,59 persen. Sejumlah komoditas yang berkontribusi terhadap kenaikan harga antara lain beras, tomat, nasi dengan lauk, sigaret kretek mesin, serta emas perhiasan.
Di tingkat daerah, Kota Banda Aceh mencatat inflasi bulanan tertinggi di Aceh pada Mei 2026, mencapai 0,93 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga yang lebih besar dibandingkan daerah lain di provinsi tersebut, terutama akibat meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menjelaskan bahwa tingginya harga sejumlah komoditas pangan dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat. Fenomena ini umum terjadi menjelang momentum meugang dan Idul Adha yang menyebabkan konsumsi rumah tangga meningkat secara signifikan.
Meski demikian, beberapa komoditas tercatat membantu menahan laju inflasi. Daging ayam ras, ikan tongkol, ikan dencis, telur ayam ras, dan emas perhiasan menjadi komoditas yang memberikan andil terhadap perlambatan kenaikan harga pada Mei 2026.
Pemerintah Aceh terus berupaya menjaga stabilitas harga melalui berbagai langkah pengendalian inflasi, termasuk pemantauan distribusi bahan pokok dan penguatan pasokan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama periode hari besar keagamaan.
Ekonomi menilai, pengendalian pasokan pangan menjadi kunci utama untuk menekan laju inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi, komoditas pangan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap kenaikan harga di Aceh. Jika distribusi berjalan lancar dan stok tetap terjaga, tekanan inflasi diperkirakan dapat lebih terkendali pasca perayaan Idul Adha. [TP]









