Langsung ke konten utama

Ambisi Digital Museum Aceh Terganjal Anggaran: Targetkan Animasi Koleksi demi Gaet Generasi Z

R
SNN
Penulis: RedaksiEditor: SNN
Ambisi Digital Museum Aceh Terganjal Anggaran: Targetkan Animasi Koleksi demi Gaet Generasi Z
Tampilan Gedung Pameran Temporer Museum Aceh Di Banda Aceh, Senin (2/2/2026). Pengelola Menargetkan Transformasi Digital Melalui Konten Animasi Untuk Menghidupkan 6.000 Koleksi Sejarah, Namun Rencana Ini Masih Terkendala Minimnya Alokasi Anggaran Promosi Dari Pemerintah Daerah. (Foto: Dok. SNN/Tengku Putri Isna)

BANDA ACEH | SNN — Pengelola Museum Aceh mulai serius berbenah demi merebut perhatian generasi digital. Meski mencatatkan tren positif dengan 51.000 kunjungan sepanjang tahun 2025, pihak museum mengakui bahwa modernisasi layanan kini menjadi syarat mutlak agar warisan sejarah Aceh tidak dianggap kaku oleh anak muda, Senin (2/2/2026).

Kepala Tata Usaha Museum Aceh, Bapak Muda, mengungkapkan strategi digitalisasi tengah disiapkan, termasuk penggunaan teknologi animasi untuk menjelaskan 6.000 koleksi artefak yang tersimpan. Tujuannya agar benda sejarah bisa “berbicara” kepada pengunjung melalui narasi visual yang lebih menarik dan interaktif.

Namun, ambisi ini membentur tembok klasik birokrasi. “Anggaran untuk promosi dan digitalisasi memang masih kurang,” tegas Bapak Muda. Keterbatasan dana ini menjadi hambatan utama dalam melakukan kampanye kreatif di media sosial, padahal museum telah memperkuat jejaring pendidikan dengan menggandeng PAUD hingga universitas besar seperti USK dan UIN Ar-Raniry. Publik kini menanti keberanian Pemerintah Aceh dalam menambah alokasi anggaran agar transformasi museum menjadi ruang belajar modern tidak sekadar menjadi wacana di atas kertas. (TPI)

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.