Aceh Defisit 500 Ton Semen per Hari, Pemerintah Desak PT SBA Bongkar Pasokan Tambahan Lewat Jalur Laut

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BANDA ACEH | sarannews.net – Tekanan intensif yang dilayangkan Tim Evaluasi Pemerintah Aceh terhadap kelangkaan material strategis mulai membuahkan komitmen konkret dari pihak produsen. PT Solusi Bangun Andalas (SBA) akhirnya sepakat untuk mendongkrak pasokan semen guna menyelamatkan proyek rekonstruksi pascabencana dan pembangunan daerah yang sempat tersendat.
Langkah taktis ini dipacu langsung oleh instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), melalui Sekretaris Daerah (Sekda) M. Nasir Syamaun, yang kemudian dieksekusi di lapangan oleh Asisten II Setda Aceh, Teuku Robby Irza. Tim pemerintah bergerak cepat mengundang General Manager PT SBA, R. Adi Santosa, dalam rapat evaluasi di Kantor Gubernur Aceh, Senin (3/8/2026).
“Arahan Mualem sangat tegas, pasokan semen ke seluruh Aceh harus segera dipulihkan. Kita tidak ingin kelangkaan ini menghambat program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi maupun kebutuhan mendasar masyarakat,” tegas Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Selasa (4/8/2026).
Bedah Data: Pemicu Kelangkaan dan Defisit Pasokan
Dalam rapat evaluasi tersebut, tabir pemicu kelangkaan akhirnya terbuka melalui pemaparan data proyeksi riil. Saat ini, kebutuhan (demand) semen di Aceh melonjak tajam hingga menyentuh angka 4.200 ton atau setara 105.000 sak per hari. Kenaikan drastis ini dipicu oleh masifnya aktivitas pembangunan fisik dan proyek pemulihan pascabencana.
Ironisnya, meski kapasitas total produksi semen curah PT SBA di Aceh mampu menyentuh 5.400 ton per hari, realisasi produksi yang disalurkan ke pasar Aceh selama ini hanya berada di angka 3.700 ton atau 92.500 sak per hari.
Akibatnya, Aceh mengalami defisit pasokan sebesar 500 ton atau setara 12.500 sak setiap harinya. Ketimpangan pasokan inilah yang menjadi biang kerok melambungnya harga semen di tingkat pengecer di berbagai wilayah Aceh.
Adapun rincian pasokan dari terminal produksi yang berjalan selama ini meliputi:
Strategi Taktis Kejar Kekurangan Pasokan
Guna menutup lubang defisit 500 ton per hari tersebut, Asisten II Teuku Robby Irza mendesak PT SBA melakukan terobosan operasional dan logistik.
Merespons desakan tersebut, General Manager PT SBA Adi Santosa menyatakan pihaknya segera mengambil dua langkah darurat. Pertama, meningkatkan jam operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II secara radikal dari yang semula hanya 16 jam menjadi penuh 24 jam per hari.
Kedua, mendatangkan pasokan semen curah tambahan dari luar Aceh menggunakan tiga kapal pengiriman jalur laut. “Kapal pertama yang membawa semen curah tambahan telah resmi bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada 2 Agustus 2026 kemarin. Pengiriman melalui kapal berikutnya akan dipasok bertahap sepanjang Agustus untuk menjamin stabilitas stok,” jelas Adi.
Selain itu, PT SBA juga berkomitmen memasok semen dalam bentuk sak dari luar daerah khusus untuk menambal kekurangan di pasar lokal.
Di sisi lain, Pemerintah Aceh melalui tim lapangan kini tengah merapikan basis data harga dan kebutuhan semen spesifik per kabupaten/kota. Langkah ini diambil untuk mengawasi rantai distribusi serta mencegah adanya spekulan atau distributor nakal yang sengaja menimbun barang demi memainkan harga di tingkat eceran. Evaluasi berkala akan terus digulirkan secara ketat demi memastikan stabilitas harga pasar kembali normal. [red]









