Nelayan Labuhanhaji Jadi Korban Tabrak Lari Laut, Panglima Laot Bergerak Cari Pelaku

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
LABUHANHAJI | SNN — Seorang nelayan tradisional asal Gampong Ujung Padang, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Aceh Selatan, menjadi korban dugaan tabrak lari laut oleh sebuah boat nelayan saat sedang memasang jaring ikan di perairan sekitar 2 mil laut dari PPI Labuhanhaji, Minggu (17/5/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Zainal (60), yang sehari-hari melaut menggunakan perahu jenis robin. Akibat insiden tersebut, boat miliknya mengalami kerusakan parah hingga kemasukan air.
Kepada sarannews.net, Zainal menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat dirinya sedang memasang jaring ikan di laut.
“Waktu itu saya lagi pasang jaring, tiba-tiba datang satu boat cewek langsung menabrak boat saya. Habis nabrak dia langsung tancap gas,” ujar Zainal kepada sarannews saat sedang bersama Panglima Laot Lhok Labuhanhaji.
Menurutnya, benturan keras menyebabkan bagian badan boat mengalami kerusakan serius hingga perahunya mulai dipenuhi air laut. Dalam kondisi panik dan nyaris tenggelam, dirinya beruntung mendapat pertolongan dari boat bagan yang melintas di lokasi kejadian.
“Untung ada boat bagan lewat dan menolong saya. Boat saya ditarik ke darat karena sudah rusak dan masuk air,” katanya.
Setelah berhasil dievakuasi ke darat, Zainal mengaku tidak langsung pulang ke rumah. Ia memilih segera mendatangi Panglima Laot Lhok Labuhanhaji untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.
Meski tidak mengetahui secara pasti identitas boat yang menabraknya, korban menduga boat tersebut baru saja berangkat dari kawasan Pelabuhan Labuhanhaji dan diduga berasal dari wilayah Meukek.
“Saya tidak kenal boat itu, tapi kayaknya mereka baru lepas dari pelabuhan sini. Dugaan saya boat nelayan Meukek,” ujarnya.
Sementara itu, Panglima Laot Lhok Labuhanhaji, Hasbi, kepada sarannews.net menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak menindaklanjuti laporan korban.
“Saat ini kami bersama korban dan beberapa rekan sedang menuju ke Meukek untuk berkoordinasi dengan Panglima Laot di sana guna mencari pelaku boat yang menabrak,” kata Hasbi.
Kasus dugaan tabrak lari laut tersebut kini menjadi perhatian kalangan nelayan setempat, mengingat insiden itu tidak hanya menyebabkan kerusakan boat nelayan tradisional, tetapi juga membahayakan keselamatan korban di tengah laut.
Dalam hukum adat laut Aceh, tindakan meninggalkan korban setelah kecelakaan laut dipandang sebagai pelanggaran serius terhadap nilai solidaritas dan keselamatan sesama nelayan. Selain berpotensi diproses secara adat melalui Panglima Laot, kasus tersebut juga dapat masuk ranah hukum pelayaran apabila terbukti terjadi unsur kelalaian dan tabrak lari di laut.[red]









