Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Labuhanhaji Barat Tanam Pohon Pisang di Jalan Nasional Lintas Medan-Banda Aceh

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
ACEH SELATAN | SNN – Kondisi jalan nasional lintas Medan-Banda Aceh, tepatnya di wilayah Kecamatan Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan, kini memprihatinkan. Lantaran lubang besar yang menganga tak kunjung mendapat perhatian pemerintah, warga setempat melancarkan aksi protes unik dengan menanam pohon pisang di tengah jalan, Rabu (13/5/2026).
Aksi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Selain sebagai bentuk protes keras atas kelalaian infrastruktur, pohon pisang tersebut dipasang sebagai penanda bagi para pengguna jalan agar terhindar dari kecelakaan, terutama saat cuaca buruk.
Salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut, Carman, mengungkapkan bahwa lubang di titik tersebut sudah lama ada dan telah memakan banyak korban. Menurutnya, banyak pengendara, baik roda dua maupun roda empat, yang terperosok hingga mengalami luka-luka.
“Aksi ini kami lakukan karena sudah sangat banyak korban jatuh dan terluka akibat terjebak di lubang ini. Apalagi saat hujan seperti hari ini, lubang tertutup air sehingga tidak terlihat. Kami tanam pohon pisang ini agar pengendara bisa melihat dan menghindar demi keselamatan mereka,” ujar Carman di lokasi kejadian.
Langkah spontan warga ini turut mendapat atensi dari Along Formaki, Koordinator Wilayah (Korwil) Formaki Aceh Selatan. Ia mengecam sikap abai pihak berwenang, khususnya Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, yang dinilai menutup mata terhadap kerusakan di jalur vital tersebut.
“Penanaman pohon pisang ini adalah simbol kekecewaan sekaligus protes keras kami kepada BPJN Aceh. Ini jalan nasional, jalur utama, tapi dibiarkan rusak menganga dalam waktu lama tanpa ada perbaikan nyata. Pemerintah seolah-olah mengabaikan keselamatan nyawa warga,” tegas Along dengan nada geram.
Along menambahkan, pihaknya mendesak agar BPJN Aceh segera turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan permanen. Ia menilai, pembiaran infrastruktur yang rusak merupakan bentuk kelalaian negara dalam memberikan pelayanan publik yang aman bagi masyarakat.
Pantauan di lokasi, pohon pisang yang ditanam di dalam pot tersebut berdiri tegak di tengah jalan yang basah akibat guyuran hujan, didampingi sebuah kerucut lalu lintas (traffic cone) yang sudah roboh. Kehadiran pohon tersebut memaksa kendaraan yang melintas untuk memperlambat laju dan ekstra hati-hati.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak BPJN Aceh maupun Dinas Pekerjaan Umum setempat terkait tuntutan warga dan rencana perbaikan jalan tersebut. Warga mengancam akan terus menyuarakan kritik jika akses jalan tersebut tidak segera diperbaiki secara layak. (SN/Red)





