Langsung ke konten utama

Meriahnya Perlombaan Pukul Bantal dan Tangkap Bebek di Krueng Daroy Gampong Lampaseh Kota dalam rangka HUT RI ke 81

MS
Redaksi
Penulis: Mutiara SyifaEditor: Redaksi
Meriahnya Perlombaan Pukul Bantal dan Tangkap Bebek di Krueng Daroy Gampong Lampaseh Kota dalam rangka HUT RI ke 81
Meriahnya Perlombaan Pukul Bantal dan Tangkap Bebek di Krueng Daroy Gampong Lampaseh Kota dalam rangka HUT RI ke 81

BANDA ACEH | sarannews.net – Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental di Gampong Lampaseh Kota, Kecamatan Kuta Raja. Ratusan warga tumpah ruah di bantaran Krueng Daroy untuk menyaksikan dan mengikuti Festival Olahraga Rakyat yang menyajikan pertandingan tradisional pukul bantal hingga tangkap bebek.

Acara yang dipusatkan di ruang publik tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran lengkap pimpinan daerah, mulai dari Wakil Wali Kota, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, S.T., Wakil Ketua I Daniel AW, Wakil Ketua II Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., Anggota DPRK Bukhari, Kadispora beserta jajaran Kabid, Camat Kuta Raja, Kapolsek, Danramil, hingga para perangkat Gampong Lampaseh.

Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza menekankan pentingnya langkah kolektif untuk terus melestarikan kegiatan olahraga tradisional.

“Kegiatan olahraga tradisional mesti kita semua terus melestarikannya karena di dalamnya terdapat berbagai manfaat di antaranya semangat juang, rasa persaudaraan, silaturahmi antarwarga dan kebersamaan, serta sangat menyenangkan dan menggembirakan,” ujar Illiza.

Ia juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menegaskan bahwa kondisi Kota Banda Aceh saat ini sangat aman dan kondusif. Masyarakat ibu kota siap menyambut para tamu yang berkunjung dengan memegang teguh semboyan Peumulia Jamee.

Rangkaian Lomba dan Sinergi Kolaborasi

Rangkaian keseruan festival ini telah bergulir sejak Sabtu (15/8/2026) pukul 10.00 WIB, yang diawali dengan perlombaan Busu Batu atau ketapel untuk tingkat anak-anak dan remaja. Lomba ini dimainkan secara simbolis oleh Wakil Ketua DPRK Daniel AW dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Banda Aceh.

Puncak acara berlangsung pada Senin (17/8/2026) pukul 10.00 WIB, dengan menyajikan partai utama yakni pertandingan pukul bantal dan tangkap bebek. Kemeriahan ini secara resmi ditandai dengan penyerahan bantal simbolis dan pelemparan bebek ke sungai secara bersama-sama oleh para tamu kehormatan dari atas panggung.

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel AW, selaku inisiator kegiatan mengungkapkan bahwa acara serupa telah rutin dilaksanakan di wilayah daerah pemilihannya (dapil) untuk memeriahkan kemerdekaan. Ia menilai antusiasme dan kebahagiaan masyarakat yang hadir menjadi bukti nyata bahwa Banda Aceh dalam kondisi aman pascaperistiwa yang sempat melanda sebelumnya.

Sejalan dengan visi menjadikan “Banda Aceh Kota Kolaborasi”, festival ini juga membawa lima tujuan strategis utama:

  • Mengenalkan dan melestarikan berbagai jenis olahraga asli daerah agar tidak tergerus oleh modernisasi dan permainan digital.
  • Menjadi sarana aktivitas fisik yang menyenangkan guna meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugaran jasmani tanpa tuntutan prestasi yang ketat.
  • Membangun nilai-nilai luhur seperti sportivitas, kejujuran, kerja sama tim, empati, dan sikap saling menghargai antarwarga.
  • Menjadi wadah hiburan yang mereduksi kejenuhan serta sarana penyegaran mental dari tekanan aktivitas sehari-hari.
  • Mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan lintas usia, latar belakang, dan profesi. [red]

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.