Langsung ke konten utama
Pencarian
SaranNews
Pendidikan & Teknologi

Menakar Etika Kecerdasan Buatan (AI) dalam Ekosistem Pendidikan Dayah Modern

Anggil Maulana S,Kom
Anggil Maulana S,KomAI & IT Enthusiast25 April 2026

Penetrasi teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) kini telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali ekosistem pendidikan Islam. Muncul pertanyaan mendasar: bagaimana institusi pendidikan tradisional seperti Dayah atau Pesantren harus menyikapi kehadiran AI? Apakah teknologi ini merupakan ancaman bagi tradisi intelektual Islam, atau justru peluang untuk kemajuan?

Ekosistem Dayah dibangun di atas fondasi sanad (rantai keilmuan) dan adab (etika). Dalam tradisi talaqqi (pembelajaran tatap muka), transfer pengetahuan tidak hanya melibatkan pemindahan informasi dari kitab kuning (turats) ke pikiran santri, tetapi juga melibatkan transfer keberkahan, pembentukan karakter, dan keteladanan dari seorang Tengku atau Kiai. Hal inilah yang tidak akan pernah bisa direplikasi oleh mesin pencari atau chatbot sepintar apa pun.

Meski demikian, menolak AI secara total adalah sebuah kemunduran. AI harus dilihat sebagai wasilah (alat), bukan ghayah (tujuan akhir). Dalam konteks pendidikan Dayah modern, AI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses riset akademik, melakukan digitalisasi dan katalogisasi manuskrip-manuskrip kuno yang mulai lapuk, hingga membantu administrasi dan manajemen data santri.

Namun, penggunaannya harus dibingkai dengan etika yang ketat. Para santri dan tenaga pendidik harus diberikan literasi digital agar tidak menelan mentah-mentah informasi yang dihasilkan oleh AI, mengingat AI tidak memiliki otoritas fatwa dan rentan terhadap halusinasi data atau bias algoritma. Validitas sebuah hukum fiqih atau tafsir tetap harus dikembalikan pada literatur mu’tabarah dan panduan ulama.

Kesimpulannya, Dayah modern tidak perlu alergi terhadap kemajuan zaman. Kita harus menjadi subjek yang mengendalikan teknologi, bukan objek yang dikendalikan olehnya. Dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan dan kecerdasan spiritual, ekosistem pendidikan Islam akan mampu melahirkan generasi yang melek teknologi namun tetap mengakar kuat pada adab dan akhlakul karimah.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita Terkait

Semua Berita