Menakar Etika Kecerdasan Buatan (AI) dalam Ekosistem Pendidikan Dayah Modern
Penetrasi teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) kini telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali ekosistem pendidikan Islam. Muncul pertanyaan mendasar: bagaimana institusi pendidikan tradisional seperti Dayah atau Pesantren harus menyikapi kehadiran AI? Apakah teknologi ini merupakan ancaman bagi tradisi intelektual Islam, atau justru peluang untuk kemajuan?
Ekosistem Dayah dibangun di atas fondasi sanad (rantai keilmuan) dan adab (etika). Dalam tradisi talaqqi (pembelajaran tatap muka), transfer pengetahuan tidak hanya melibatkan pemindahan informasi dari kitab kuning (turats) ke pikiran santri, tetapi juga melibatkan transfer keberkahan, pembentukan karakter, dan keteladanan dari seorang Tengku atau Kiai. Hal inilah yang tidak akan pernah bisa direplikasi oleh mesin pencari atau chatbot sepintar apa pun.
Meski demikian, menolak AI secara total adalah sebuah kemunduran. AI harus dilihat sebagai wasilah (alat), bukan ghayah (tujuan akhir). Dalam konteks pendidikan Dayah modern, AI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses riset akademik, melakukan digitalisasi dan katalogisasi manuskrip-manuskrip kuno yang mulai lapuk, hingga membantu administrasi dan manajemen data santri.
Namun, penggunaannya harus dibingkai dengan etika yang ketat. Para santri dan tenaga pendidik harus diberikan literasi digital agar tidak menelan mentah-mentah informasi yang dihasilkan oleh AI, mengingat AI tidak memiliki otoritas fatwa dan rentan terhadap halusinasi data atau bias algoritma. Validitas sebuah hukum fiqih atau tafsir tetap harus dikembalikan pada literatur mu’tabarah dan panduan ulama.
Kesimpulannya, Dayah modern tidak perlu alergi terhadap kemajuan zaman. Kita harus menjadi subjek yang mengendalikan teknologi, bukan objek yang dikendalikan olehnya. Dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan dan kecerdasan spiritual, ekosistem pendidikan Islam akan mampu melahirkan generasi yang melek teknologi namun tetap mengakar kuat pada adab dan akhlakul karimah.
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Berita Terkait

Menakar Bantahan Pemkab Aceh Selatan Terkait Isu Jual Beli Proyek

Ketika Negara Mundur Selangkah dari Rakyat: Ujian Besar JKA di Hari Pertama

Adi Darmawan: Arsitek Visi Keadilan Energi dan Penguatan Koperasi Nelayan Aceh Selatan

RSUD Teungku Peukan Abdya Resmi Jadi Wahana Pendidikan Dokter Spesialis Urologi Universitas Syiah Kuala (USK)
Semua Berita

Menakar Bantahan Pemkab Aceh Selatan Terkait Isu Jual Beli Proyek

Ketika Negara Mundur Selangkah dari Rakyat: Ujian Besar JKA di Hari Pertama

May Day 2026; Kado UU PPRT dan Teka-Teki Keadilan PPPK

Adi Darmawan: Arsitek Visi Keadilan Energi dan Penguatan Koperasi Nelayan Aceh Selatan

Resmi Surati BPJS Tapaktuan, KOMASE Layangkan ‘Legal Warning’ Larang Pencairan Klaim RSUYA Periode Izin Mati




