Kualitas Udara Memburuk Akibat Karhutla, Gubernur Mualem Imbau Masyarakat Aceh Waspadai Kabut Asap dan Terbitkan 10 Poin Mitigasi

BANDA ACEH | SaranNews.net — Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah di 23 kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman dampak kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Jumat (16/10/2026).
Berdasarkan data dan Laporan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 16 Oktober 2026, fenomena kabut asap dilaporkan telah menyelimuti sebagian besar wilayah Aceh sejak 13 Oktober 2026. Kondisi ini memicu penurunan kualitas udara yang signifikan, terutama akibat peningkatan konsentrasi partikel halus PM2,5 yang berpotensi memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata berat, hingga gangguan sistem kardiovaskular.
10 Instruksi dan Imbauan Strategis Mitigasi Bencana
Merespons kondisi tersebut, Gubernur Mualem menerbitkan 10 poin arahan serta langkah mitigasi bagi kepala daerah, instansi teknis, dan seluruh masyarakat:
- Hentikan Pembakaran Terbuka: Melarang keras segala bentuk pembakaran terbuka, baik untuk pembukaan lahan pertanian, pembakaran sisa panen, maupun sampah domestik yang dapat memperparah kepekatan asap.
- Keselamatan Lalu Lintas: Para pengguna jalan diimbau menyalakan lampu utama kendaraan, mengurangi kecepatan, dan segera berhenti di tempat aman apabila jarak pandang terganggu.
- Pembatasan Aktivitas Luar Ruangan: Mengurangi kegiatan di luar rumah serta memberikan perlindungan ekstra kepada kelompok rentan (bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita komorbid).
- Penggunaan Masker Standard: Memakai masker standar yang Mampu menyaring partikel halus PM2,5 apabila terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
- Menjaga Kualitas Udara Indoor: Menutup pintu, jendela, dan ventilasi di rumah, fasilitas publik, sekolah, kantor, serta sarana ibadah saat kepekatan asap meningkat.
- Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Meningkatkan konsumsi air putih dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk menjaga daya tahan tubuh.
- Pemeriksaan Kesehatan Dini: Segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala sesak napas, batuk persisten, iritasi mata berat, atau pusing.
- Siaga Faskes 24 Jam: Menginstruksikan seluruh RSUD, Puskesmas, klinik, dan posko kesehatan untuk siaga penuh selama 24 jam dalam merawat korban dampak asap.
- Aktifkan Posko Karhutla & Sinergi TNI/Polri: Mengaktifkan kembali desk serta posko penanganan karhutla di tiap kabupaten/kota, memperkuat rencana kontingensi, serta meningkatkan koordinasi bersama TNI/Polri.
- Pantau Informasi Resmi BMKG: Mengajak publik selalu memantau perkembangan cuaca dan indeks kualitas udara melalui kanal resmi www.bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG.
Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Pemerintah Aceh menegaskan bahwa upaya penanganan Karhutla dan perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan langkah sigap, edukasi masif, serta kesiapan fasilitas kesehatan di seluruh pelosok Aceh. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun disiplin menjalankan protokoler kesehatan selama masa siaga kabut asap berlangsung.[red]
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.












