BIREUEN | SNN – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjelang 1 April 2026 dipastikan tidak benar. Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan keputusan tersebut diambil atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto guna menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non subsidi.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga juga memastikan tidak ada penyesuaian harga BBM. Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya yang dapat memicu pembelian berlebihan atau panic buying.
Kondisi stabil ini turut terpantau di lapangan, tepatnya di SPBU Teupin Siron, Kabupaten Bireuen, pada Rabu (1/4/2026). Aktivitas pengisian BBM berjalan normal tanpa adanya perubahan harga.
Berdasarkan konfirmasi dengan petugas operasional, harga BBM jenis pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter, sama seperti bulan sebelumnya. “Harga masih tetap sama, tidak ada kenaikan dari semalam. Untuk pertalite masih di angka Rp10.000 per liter,” ujar petugas yang enggan disebutkan namanya.
Kepastian ini sekaligus menjawab keresahan warga yang sempat memadati sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Prasetyo Hadi juga memastikan ketersediaan stok BBM nasional dalam kondisi aman.
Pemerintah berkomitmen terus memantau perkembangan energi global, sembari tetap menjaga stabilitas ekonomi domestik. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum terverifikasi, seiring terjaganya distribusi dan harga BBM di berbagai daerah. (DI)










