Demo Jilid III Tolak Pergub JKA, Massa Desak Mualem Turun Langsung

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Banda Aceh | SNN – Massa dari Aliansi Rakyat Aceh kembali melangsungkan aksi demonstrasi untuk ketiga kalinya pada Rabu (13/5/2026) di depan Kantor Gubernur Aceh. Aksi yang berlangsung di tengah guyuran hujan deras itu diwarnai kericuhan antara masyarakat umum, mahasiswa, dan aparat kepolisian.
Massa tetap bertahan melakukan aksi unjuk rasa meski cuaca buruk melanda Kota Banda Aceh sejak siang hari. Demonstran kembali menuntut pencabutan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang dinilai merugikan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa secara tegas meminta Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) ataupun Wakil Gubernur Aceh turun langsung menemui demonstran. Massa menolak apabila yang datang hanya perwakilan pemerintah seperti Sekda atau pejabat lainnya.
“Kami tidak mau lagi diwakili. Kami ingin Mualem atau wakil gubernur yang langsung menemui massa dan memberi kepastian terkait pencabutan Pergub JKA,” teriak salah satu orator aksi.
Situasi mulai memanas ketika massa sempat tertahan di pintu masuk Kantor Gubernur Aceh. Aparat kepolisian yang berjaga melakukan penjagaan ketat sehingga memicu aksi dorong-dorongan kecil antara demonstran dan petugas keamanan.
Di tengah hujan deras, suasana semakin ricuh saat massa mencoba memaksa masuk ke dalam gedung gubernur. Massa yang emosi karena merasa tuntutan mereka tidak didengar terus mendorong barisan aparat untuk membuka akses masuk ke area kantor gubernur.

Kericuhan pun tidak terhindarkan antara demonstran dan aparat kepolisian. Sejumlah massa terlihat saling dorong dengan petugas di depan gerbang kantor gubernur.
Bahkan, aparat kepolisian akhirnya mengerahkan mobil water cannon untuk membubarkan massa dan meredam situasi yang semakin tidak kondusif. Semprotan air dari kendaraan taktis kepolisian diarahkan ke kerumunan demonstran yang masih bertahan di depan gerbang kantor gubernur.
Di tengah ketegangan aksi, massa juga menyoroti pernyataan aparat yang meminta demonstran memikirkan orang tua mereka. Pernyataan tersebut justru memicu kekecewaan peserta aksi karena dinilai tidak berkaitan dengan tuntutan keadilan yang sedang mereka perjuangkan.
Hingga berita ini diterbitkan, massa masih terlihat bertahan di sekitar Kantor Gubernur Aceh meski hujan deras terus mengguyur kawasan tersebut. [TP]





