Langsung ke konten utama

Gubernur Mualem Instruksikan Distanbun Pacu Pemulihan Petani dan Sawah Rusak

Dipublikasikan
Z
Redaksi
Penulis: ZamzamiEditor: Redaksi
Gubernur Mualem Instruksikan Distanbun Pacu Pemulihan Petani dan Sawah Rusak
Foto: Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Kanan) Mencermati Laporan Dan Dokumen Pemulihan Sektor Pertanian Yang Dipaparkan Oleh Plt Kepala Dinas Pertanian Dan Perkebunan Aceh Dr. Azanuddin Kurnia (Kiri) Di Ruang Kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh (03/09/2026).

BANDA ACEH | SaranNews.net — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Dr. Azanuddin Kurnia, untuk memacu percepatan penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang menimpa sektor pertanian dan para petani di seluruh wilayah Aceh.

Instruksi mendasar tersebut disampaikan Gubernur Mualem saat menerima laporan perkembangan pemulihan sektor pertanian di Ruang Kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Sinergi Lintassektor dan Penanganan Sawah Rusak Berat

Gubernur Mualem meminta Distanbun Aceh mengerahkan seluruh sumber daya serta membangun kolaborasi erat bersama dinas di tingkat kabupaten/kota, jajaran TNI, dan kelompok tani. Selain itu, komunikasi intensif dengan Kementerian Pertanian (Kementan) terus diperkuat agar seluruh program fasilitasi pertanian tahun anggaran 2026 selesai tepat waktu dan sesuai regulasi.

Menanggapi laporan mengenai 16.276 hektar sawah rusak berat yang belum tertangani, Pemerintah Aceh menyurati dua kementerian teknis untuk langkah percepatan:

  • Kementerian Pertanian RI: Memohon kajian cepat perhitungan biaya per hektar guna mempermudah pelaksanaan Survey Investigation Design (SID) sebelum pengerjaan fisik.
  • Kementerian ATR/BPN: Meminta bantuan identifikasi dan pemetaan ulang batas lahan sawah yang hilang atau tidak terlihat akibat sapuan material bencana.

Sementara itu, untuk pemulihan 40.852 hektar sawah kategori rusak ringan dan sedang, Distanbun Aceh optimis dapat merampungkannya pada tahun ini, seiring serapan anggaran yang telah mencapai 53 persen per 1 September 2026.

Optimalisasi Bantuan dan 4 Strategi Pemulihan

Gubernur Mualem menegaskan agar seluruh bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dari Kementan difungsikan secara optimal untuk menunjang swasembada pangan. Begitu pula penyaluran bantuan benih tanaman pangan dan perkebunan (padi, jagung, kopi, kakao, kelapa, dan karet) diminta segera direalisasikan untuk mempercepat pemulihan ekonomi warga.

“Jangan hanya dijadikan pajangan, tapi manfaatkan untuk mendukung semua pekerjaan para petani. Kelola dengan baik agar kita bisa kembali seperti sediakala, bahkan lebih baik dari sebelumnya,” ujar Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.

Guna memulihkan kawasan sawah rusak berat, Distanbun Aceh telah merumuskan 4 strategi penanganan teknis di lapangan:

  1. Pemanfaatan Material Endapan: Menggunakan lumpur di areal persawahan sebagai bahan galian C untuk kebutuhan proyek pembangunan.
  2. Pola Tanam Adaptif: Mengalihfungsikan sementara lahan dengan menanam tanaman muda/palawija yang sesuai kondisi tanah.
  3. Bahan Baku Konstruksi: Memanfaatkan material endapan bencana menjadi bahan baku pembuatan bata merah atau bata ringan.
  4. Rehabilitasi Fisik: Melakukan rekonstruksi dan cetak ulang lahan untuk mengembalikan fungsi sawah produktif seperti sedia kala.[red]

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.