Langsung ke konten utama

Buka Rakerda Dekranasda dan HKG PKK ke-54, Plt Sekda Aceh Dorong Kriya Daerah Tembus Pasar Global

Z
Redaksi
Penulis: ZamzamiEditor: Redaksi
Buka Rakerda Dekranasda dan HKG PKK ke-54, Plt Sekda Aceh Dorong Kriya Daerah Tembus Pasar Global
Buka Rakerda Dekranasda dan HKG PKK ke-54, Plt Sekda Aceh Dorong Kriya Daerah Tembus Pasar Global

BANDA ACEH | SaranNews.net — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si., secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten/Kota se-Aceh Tahun 2026 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026).

Agenda strategis ini dirangkai bersamaan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, Rapat Konsultasi TP PKK se-Aceh, serta Pameran Kriya Unggulan Tahun 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, para ketua TP PKK kabupaten/kota, serta jajaran pejabat terkait.

Sinergi Ketahanan Keluarga dan Pemberdayaan Ekonomi

Membacakan sambutan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), Taufik menegaskan bahwa peringatan HKG PKK dan Rapat Konsultasi TP PKK hendaknya tidak sebatas agenda seremonial, melainkan menjadi wadah konsolidasi dan evaluasi agar 10 Program Pokok PKK memberikan dampak nyata sejak dari lingkungan keluarga.

Pemberdayaan keluarga dinilai memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan kriya daerah melalui peran Dekranasda:

  • Pemberdayaan UMKM Perempuan: Mendorong kelompok keluarga dan perempuan Aceh menjadi pelaku UMKM serta perajin yang mandiri secara ekonomi.
  • Pelestarian Budaya: Menjaga dan mengembangkan warisan kriya serta wastra khas Aceh tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisi.
  • Implementasi Asta Cita: Menyelaraskan gerakan pemberdayaan dengan tema nasional “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”.

Cipta Kriya Berkelanjutan dan Digitalisasi Pasar

Menanggapi tema Rakerda Dekranasda Aceh Tahun 2026, “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia,” Pemerintah Aceh mengimbau para perajin lokal untuk tidak hanya berfokus pada nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kelestarian budaya.

Beberapa poin penekanan pengembangan kriya Aceh meliputi:

  • Inovasi dan Kualitas Global: Mengembangkan motif, teknik, dan karakter khas kriya Aceh agar memenuhi standar serta kualifikasi pasar internasional.
  • Pemasaran Digital: Mendorong perajin adaptif memanfaatkan transformasi digital, media sosial, dan platform e-commerce untuk menjangkau pembeli secara proaktif.
  • Branding Produk Unggulan Daerah: Memastikan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu produk kriya unggulan yang dapat didorong menjadi bagian dari identitas kriya Aceh.
  • Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat sinergi antara Dekranasda, pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas perajin.

Melalui kebersamaan dan kerja yang konsisten, jajaran PKK dan Dekranasda diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh.[red]

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.