12 Excavator Bantuan KKP di Sumatera: Aceh Selatan hingga Agam Terima Unit Pemulihan Tambak

JAKARTA | sarannews.net – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempertegas komitmen pemulihan sektor perikanan budi daya pascabencana di wilayah Sumatera. Sebanyak 12 unit excavator (alat berat) resmi disalurkan secara bertahap ke daerah terdampak guna merevitalisasi tambak rakyat dan jaringan irigasi yang lumpuh.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, menegaskan bahwa pengerahan alat berat ini ditargetkan menyasar langsung titik-titik krusial kawasan perikanan yang mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang dan tanah longsor.
“Bantuan excavator ini menjadi daya ungkit penting untuk mempercepat pembersihan material bencana, rehabilitasi jaringan irigasi, normalisasi saluran, hingga penataan kembali kawasan perikanan budi daya masyarakat,” ujar Tb Haeru Rahayu.
Rincian Sebaran Daerah Penerima Bantuan
Berdasarkan data penyaluran KKP, unit alat berat tersebut dialokasikan ke sejumlah daerah prioritas di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat dengan fokus penanganan spesifik:
- Kabupaten Aceh Selatan: Menerima 1 unit excavator yang tiba di Tapaktuan pada awal Agustus 2026. Alat ini langsung dikerahkan untuk pembenahan fisik tambak dan perbaikan saluran irigasi perikanan.
- Kabupaten Aceh Barat: Menerima 1 unit excavator yang difokuskan untuk mengeruk endapan lumpur serta mengatasi pendangkalan parah pada tambak nelayan di Desa Pasi Pinang.
- Kabupaten Aceh Utara: Menerima 1 unit excavator secara simbolis guna mendukung pemulihan infrastruktur perikanan yang rusak akibat bencana.
- Kabupaten Bireuen: Menerima alokasi alat berat untuk mempercepat normalisasi muara sungai dan rehabilitasi tambak masyarakat yang tidak memungkinkan dikerjakan secara manual.
- Kabupaten Agam (Sumatera Barat): Menerima 1 unit excavator guna mempercepat rehabilitasi lahan perikanan budi daya warga.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Syafrizal, menyambut positif penyaluran taktis ini. Menurutnya, percepatan pengerukan sedimentasi dan perbaikan sarana di kabupaten/kota penerima sangat krusial agar para pembudidaya lokal dapat segera kembali berproduksi. [red]
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.












