Langsung ke konten utama

Inflasi Aceh 0,28 Persen, Biaya Rumah Tangga Jadi Pemicu Utama

Redaksi
SNN
Penulis: RedaksiEditor: SNN
Pemantauan BPS Aceh mencatat inflasi Agustus 2026 sebesar 0,28 persen dengan IHK 116,20.
Pemantauan BPS Aceh Mencatat Inflasi Agustus 2026 Sebesar 0,28 Persen Dengan IHK 116,20.

BANDA ACEH | SNN – Pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di lima wilayah penghitungan di Aceh—Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh, dan Lhokseumawe—mencatat inflasi sebesar 0,28 persen (month-to-month/m-to-m) pada Agustus 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 115,87 pada Juli 2026 menjadi 116,20 pada Agustus 2026. Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi tercatat 4,86 persen.

Kelompok pengeluaran yang paling besar menyumbang inflasi bulanan adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Kelompok itu naik 0,82 persen secara m-to-m dengan kontribusi 0,12 persen terhadap inflasi. Sementara secara y-on-y, andil terbesar datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang inflasinya 4,51 persen dengan kontribusi 1,71 persen.

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi m-to-m antara lain tarif air minum, daging ayam ras, beras, cabai rawit, dan semen. Adapun komoditas paling berpengaruh terhadap inflasi tahunan adalah nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, bensin, dan tomat.

Secara y-on-y, seluruh wilayah penghitungan mengalami inflasi. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 5,57 persen, sedangkan yang terendah di Meulaboh sebesar 3,85 persen. Secara bulanan, Kabupaten Aceh Tengah justru mengalami deflasi 0,33 persen, sementara wilayah lain inflasi. Inflasi bulanan tertinggi tercatat di Meulaboh sebesar 0,88 persen dan terendah di Kota Banda Aceh sebesar 0,17 persen.

NTP Naik, Harga yang Dibayar Petani Juga Naik

BPS Aceh juga mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2026 sebesar 128,06, naik 0,59 persen dibandingkan Juli 2026. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 161,38, naik 0,99 persen, dengan penyumbang utama kopi, cabai rawit, dan kakao/coklat biji. Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 126,02 atau naik 0,40 persen, didominasi kenaikan harga cabai rawit, beras, dan tongkol.

Neraca Perdagangan Masih Surplus

Neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Juli 2026 membukukan surplus US$2,15 juta. Nilai ekspor mencapai US$84,04 juta, lebih besar dari impor yang sebesar US$81,89 juta. Namun ekspor turun 1,49 persen dibandingkan Juni 2026. Komoditas ekspor didominasi batubara senilai US$53,18 juta atau 63,29 persen dari total ekspor.

India menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$63,05 juta (75,02 persen), didominasi batubara, CPO, dan produk kimia. Amerika Serikat menyusul dengan US$10,19 juta untuk kopi dan rempah-rempah, lalu Thailand US$3,13 juta untuk batubara, daging & ikan olahan, serta kopi dan rempah-rempah. Ekspor melalui pelabuhan di Aceh mencapai US$68,31 juta atau 81,29 persen dari total, sisanya US$15,71 juta melalui Sumatera Utara.

Impor Aceh pada Juli 2026 didominasi gas propana/butana senilai US$56,88 juta. Amerika Serikat menjadi asal impor terbesar dengan nilai yang sama, yaitu US$56,88 juta berupa gas butana/propana. Rusia menyumbang US$11,63 juta berupa pupuk, dan Tiongkok US$9,77 juta berupa mesin/pesawat mekanik dan pupuk.

Kunjungan Wisman Turun Tajam

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Aceh pada Juli 2026 tercatat 2.838 kunjungan, naik 11,16 persen dibandingkan Juni 2026, tetapi anjlok 31,02 persen dibandingkan Juli 2025. Dua pintu masuk utama yang dipantau adalah Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juli 2026 sebesar 29,04 persen, turun 0,34 persen poin dibandingkan Juni 2026 dan turun 0,37 persen poin dibandingkan Juli 2025. TPK hotel nonbintang sebesar 19,94 persen, turun 1,22 persen poin dibandingkan Juni 2026, namun naik 1,20 persen poin dibandingkan Juli 2025.

Mobilitas Penumpang Campuran

Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat melalui bandara Sultan Iskandar Muda pada Juli 2026 sebanyak 22.808 orang, naik 1,36 persen dibandingkan Juni 2026, tetapi turun 11,96 persen dibandingkan Juli 2025. Penumpang penerbangan internasional sebanyak 10.209 orang, naik 16,24 persen secara bulanan, namun turun 22,52 persen dibandingkan Juli 2025.

Untuk angkutan laut, total penumpang yang naik pada Juli 2026 di Provinsi Aceh mencapai 110.175 orang, turun 5,35 persen dibandingkan Juni 2026 dan naik 26,32 persen dibandingkan Juli 2025.

Narahubung media untuk rilis ini adalah Dina Nirmala Sari, Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh, humas1100@bps.go.id.[red]

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.